Al-Qur'an Dan Sains Tentang Rotasi Bumi

Lembaga Qiroati Pusat - Apakah ayat-ayat Al Quran dapat membuktikan tentang Rotasi Bumi, Matahari dan Bulan?
Orang-orang yang mengingkari Al Quran akan selalu mencari-cari kesalahan dan kekeliruan Ayat-ayat di dalam Al Quran. Mereka menyatakan bahwa tidak ada pernyataan di dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat, tidak pula tertulis bahwa Bumi itu berputar pada porosnya, dan bagaimanakah AL Qur’an membuktikan bahwa satu tahun itu sama dengan 12 bulan?

Mereka mendustakan keterangan Al Qur’an yang tidak sesuai dengan bukti ilmiah dan sain medern. Mereka menyimpulkan keterangan ayat AL Qur’an dalam surat Al Kahfi ayat 86, ketika Zulkarnain menyaksikan matahari terbenam di laut berwarna hitam . Terbit dan tenggelamnya matahari yang tertulis di dalam Al Quran menunjukkan bahwa keterangan AL Quran tersebut kontradiksi dengan sain modern dan tidak bisa diterima secara ilmiah. Para penentang dan penghujat Al Quran menertawakan keterangan itu, suatu hal yang mustahil matahari dan bulan saling berkejaran untuk saling mendahului (QS. Yasiin 36:40).

Para penghujat AL Quran menantang orang-orang Islam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka ; Apakah mungkin orang muslim mampu berpikir secara logis untuk menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al Quran dapat menunjukkan bumi berputar pada porosnya?, bulan mengellingi bumi selama jangka waktu satu bulan?,dan bagaimana membuktikan satu tahun itu 12 bulan?.

Untuk maksud tersebut, sebagai orang muslim saya akan mencoba membahas dan menganalisa keterangan ayat-ayat Al Qur’an lalu mencocokkannya dengan kejadian alam yang merupakan tanda-tanda untuk menganalisa dan mengambil kesimpulan dari keterangan yang ditulis dalam Al Qur’an.

Ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang hubungan antara bumi, bulan dan matahari yang terlengkap , terdapat pada surat Yassin ayat 37 sampai dengan ayat 40 yang berbunyi;

وَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

ا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,(37) dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.(38) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yaasin 36: 37- 40) .

Apakah kita dapat menjelaskan keterangan ayat diatas untuk membuktikan fenomena hubungan antara bumi, bulan dan matahari?

Kata-kata yang tersusun dalam ayat -ayat diatas merupakan susunan kata-kata yang mengandung makna supaya dapat dipikirkan lebih lanjut. Orang awam akan menerima keterangan ayat itu dengan apa adanya sesuai dengan apa mereka saksikan setiap harinya, sedangkan bagi para ulama islam akan mengamini keterangan tersebut sebagai rahmat dari Allah. Sementara para ilmuwan tidak akan puas sebelum membuktikan bahwa keterangan ayat tersebut harus bersesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan (sains) dan logika.

Apakah ayat AL Qur’an yang diturunkan oleh Allah pada abad 6 Masehi tersebut masih relevan dengan bukti sain modern? Bagaimana metode pembuktiannya?

Kenyataan bahwa Bumi berbentuk bola dan berputar baru diakui setelah abad ke 8 M (dua abad setelah diturunkan Al Quran), sedangkan Bumi dan planet-planet beredar mengeliling matahari baru diakui dan ditemukan pada tahun 1512 oleh Kopernikus (10 abad setelah Al Quran diturunkan). Kemudian pada perkembangan selanjutnya pada abad ke 20 ditemukan bahwa matahari hanya bagian kecil dari gugusan bintang-bintang yang disebut Galaxy (teori Milky Way). Semua bintang-bintang dalam galaxy tersebut ternyata bergerak mengitari satu titik di jagat raya. Jadi dalam hal ini ternyata sains modern menyimpulkan bahwa matahari juga bergerak bersama-sama bintang-bintang lain didalam satu galaxy.

Al Quran pada surat Yasiin ayat 38 diatas , mengatakan bahwa matahari juga bergerak atau berjalan di tempat peredarannya pada Abad ke 6 M , jauh sebelum sains modern membuktikannya. Namun kalau kita perhatikan juga pada kata-kata di ayat 38 tersebut berbunyi matahari berjalan di tempat peredarannya. Pertanyaannya adalah Apakah artinya berjalan ditempat ? lalu ditambahkan lagi dengan peredarannya ?. Tidak ada kata lain yang dapat dimaknai kecuali diam ditempat dan bergerak dengan cara berotasi , yang bermakna bahwa matahari itu bergerak pada posisi diam. Maka dapat disimpulkan bahwa matahari berotasi dalam posisi diam terhadap planet-planet lainnya.

Mengapa Allah tidak menjelaskan saja dengan tegas bahwa matahari itu berotasi, tetapi menyampaikannya dengan petunjuk yang membingungkan bagi pakar sain? Mungkin saja Allah menyampaikannya dengan kata-kata kiasan agar masyarakat arab dan sahabat nabi tidak menjadi bingung sehingga akan menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, karena yang perlu ditanamkan bagi mereka zaman itu adalah fondamen ketaqwaan dan keimanan pada Allah untuk membangun masyarakat muslim yang kuat.

Menurut Firman Allah pada surat Al Jatsiyah ayat 13, bahwa kita harus mempelajari tentang keberadaan bumi dan benda-benda langit lainnya berdasarkan tanda-tanda yang terlihat dan menganalisa petunjuk yang difirmankanNYA, supaya dapat diambil pelajaran bagi orang-orang yang mau perpikir dan mensyukuri rahmat Allah;

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.(QS. Al Jatsiyah 45: 13).

Perhatikanlah tanda tanda kejadian alam kemudian lengkapi dengan keterangan ayat-ayat seperti dibawah ini

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS. Ali Imran 3:190) .

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Anaam 6: 96).

Artinya kejadian siang dan malam berlangsung secara berulang-ulang dan terjadi setiap satu siklus yaitu Siang dan malam (24 jam). Yang menyebabkan terjadinya siang adalah sinar matahari yang terbit di ufuk timur, sedangkan yang menyebabkan malam adalah terbenamnya matahari di barat. Apakah maksudnya matahari terbit di timur? Mungkinkah matahari terbit di suatu tempat di sebelah timur bumi? Begitu juga sebaliknya apakah ada tempat matahari terbenam di sebelah barat? Apakah kata-kata ini berupa kiasan atau dalam arti yang sebenarnya?

Sekiranya matahari terbit-terbenam di sebelah timur- barat , maka terdapat dua kemungkinan yaitu;
  •  Bumi berbentuk dataran yang sangat luas,
  •  Terdapat di suatu tempat di bumi dimana matahari keluar dari sarangnya lalu pulang lagi ke rumahnya di tempat yang berlawanan. Tetapi kenapa matahari dapat terbit dan tenggelam pada tempat yang berbeda-beda di bumi?
Kenyataan ini tergantung dari arah mana kita berada dan memandangnya. Kalau kita berada di tengah laut yang luas, maka matahari terbit dan tenggelam di laut, kalau kita berada di tengah padang pasir maka matahari terbit dan tenggelam di dalam tanah, kalau kita berada di sebuah pegunungan maka matahari hilang dan muncul dari balik bukit.

Kesimpulannya adalah bahwa kata-kata terbit dan tenggelamnya matahari hanya berupa gayabahasa untuk menyatakan arah pergerakan matahari. Untuk sementara kita dapat mengambil kesimpulan bahwa matahari bergerak memutari permukaan bumi. Apakah benar demikian? Bagi orang yang berpikir, akan mengambil kesimpulan lain. Sebab ada dua kemungkinannya, matahari bergerak mengelilingii bumi atau mungkin juga bumi yang berotasi. Bagaiman cara kita membuktikannya.? Tentu kita membutuhkan keterangan dari ayat-ayat al Quran yang lainnya. Sebab kita tidak dapat memilih satu kesimpulan dari dua kemungkinan , padahal petunjuk yang ada hanya satu . Maka kita perlu keterangan dari ayat-ayat lainnya.

Ayat yang kita gunakan untuk mendapatkan petunjuknya adalah surat Yaasin ayat 40; yang berbunyi ;

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) , tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yasiin 36:40).

Bagi orang-orang yang berpikir, maka Ayat ini merupakan tanda tanda dan juga petunjuk untuk menjawab pertanyaan Apakah bumi atau matahari yang bergerak? Dan bagaimana hubungan antara pergerakan bulan, bumi dan matahari? Sebaliknya ayat diatas akan memberi peluang bagi penentang ayat-ayat Allah dan mendustai kebenaranNYA lalu mengatakan Mana mungkin matahari mengambil bulan dan apakah mungkin malam mendahului siang Memangnya matahari dan bulan itu sedang balapan di jalur tol? Atau apakah bulan dan matahari itu saudara bertetangga yang sedang berkejar-kejaran? Suatu pertanyaan yang ke kanak-kanakan, suatu pertanyaan konyol, pertanyaan dari orang-orang yang selama ini selalu memperolok-olokan Al Quran.

Kalau kita amati keterangan ayat diatas, maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran dan kemudian menyimpulkannya;

a. Pada saat terjadinya perubahan manzilah-manzilah cahaya di bulan, kita dapat mengamati bahwa bagian bulan yang bercahaya selalu menghadap kearah datangnya sinar matahari. Pada waktu malam hari, kita melihat bulan bercahaya pada bagian sebelah barat atau searah dengan tempat matahari terbenam, dan ketika kita melihat bulan di siang hari maka kita melihat bagian bulan yang bercahaya di arah matahari terbit (sebelah timur) yang tergantung kepada sisi pandang kita kepada bulan, matahari dan bumi. Pada permukaan bulan itu terdapat bagian yang tertimpa cahaya terang dan bagian yang lainnya tidak bercahaya. Ini membuktikan bahwa bagian bulan yang terang tersebut adalah bagian yang memantulkan sinar matahari.

Hal ini berarti bahwa bulan mendapat sinar dari matahari yang merupakan sumber sinar yang sama diterima oleh bumi. Matahari tentu letaknya jauh sekali. Hal ini dibuktikan ketika pada malam hari kita masih dapat melihat cahaya bulan dan tidak mungkin bumi merupakan dataran luas karena akan menutupi atau menghalangi sinarnya kearah bulan. Ukuran cahaya bulan itu ataupun manzilanya akan selalu berubah-ubah sekali dalam jangka 24 jam selama waktu sebulan. Inilah yang disebut dengan manzilah-manzilah yang selalu berubah-ubah.

Kalau diamati manzilah itu berjumlah 28 perubahan bentuk. Yaitu mulai dari bentuk bulan sabit ke bulat penuh (purnama)- dan kembali lagi ke bentuk sabit yang arahnya berlawanan dari bentuk sabit pertama. Pada Ayat diatas, Al Quran mengistilahkan dengan kata-kata tandan, karena bengkoknya sabit mirip dengan tandan buah pisang. Pada 28 hari berikutnya akan terjadi siklus yang sama lalu dimulai lagi dari awal. Perubahan bentuk manzilah-manzilah bulan serta arah cahayanya selalu mengarah ke sumber sinar matahari, maka hanya ada satu kemungkinannya yaitu bulan berbentuk bola karena hanya bola yang mampu menghasilkan bayangan berbentuk sabit atau tandan buah pisang dan tidak mungkin bulan itu berbentuk lingkaran (seperti sebuah cermin berbentuk lingkaran).

b. Kita sudah membuat kesimpualan bahwa bulan berbentuk bola. Sekarang bagaimana membuktikan bumi itu berbentuk bola dan apakah bulan mengeliling bumi atau sebaliknya? Kalau kita perhatikan pernyataan bahwa manzilah-manzilah bulan itu selalu berubah dari hari kehari (siang dan malam) selama 28 hari. Kemudian sambil mengamati perubahan manzilah , kita juga mengamati perjalanan matahari (terbit dan terbenam) yang gerakkannya selalu kearah barat setiap hari. Maka dapat disimpulkan bahwa bulan lah yang mengelilingi bumi selama 28 hari. Bulan dan bumi sama-sama berbentuk bola dan menerima satu sumber sinar yaitu dari matahari yang tempat yang jauh sekali. Tidak mungkin bulan dan matahari mengelilingi bumi bersamaan. Kalau bulan dan matahari mengeliling bumi bersamaan, tentunya bentuk manzilah-manzilah bulan akan selalu berubah ubah setiap jam dalam siklus 24 jam, tergantung dari arah mana matahari menyinari bulan yang terlihat dari bumi.

c. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah matahari yang mengelilingi bumi atau bumi yang berotasi? sekiranya matahari yang mengelilingi bumi maka tentu saja bentuk-bentuk manzilah dari cahaya bulan akan mengalami perubahan bentuk selama siklus 24 jam. Sementara yang kita saksikan adalah manzilah bulan itu berubah bentuknya hanya 1 kali dalam 24 jam. Maka kesimpulannya berikut adalah bahwa tidak mungkin matahari mengelilingi bumi . Lalu kenapa terjadi siang dan malam? Maka jawaban yang paling tepat adalah bumi berputar pada porosnya sementara matahari diam ditempat yang jauh. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya siang dan malam secara bergantian sesuai dengan rotasi bumi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Bumi berotasi pada sumbunya dengan siklus 24 jam untuk sekali putar. Kalau Bumi ini berputar pada porosnya, hal ini berarti bahwa bumi bergerak mengelilingi porosnya dan manusia bagaikan sedang beraktivitas diatas kendaraan yang besar. Pertanyaannya adalah ; Apakah ada keterangan di dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Bumi ini bergerak? Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tidak ada ayat yang menegaskan tentang rotasi bumi di dalam Al Qur’an, tetapi Allah menyampaikannya tanda-tandanya dengan gayabahasa yang selalu menimbulkan teka-teki sebagai petunjuk. Ayat yang dapat digunakan untuk menganalisa bahwa bumi ini bergerak , dapat kita pelajari dari surat An Naml ayat 88 yang berbunyi;

"Lhat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. An Naml 27:88) .

Tentu saja keterangan ayat ini merupakan tanda-tanda atau petunjuk. Allah menyampaikan FirmanNYa dengan kata kiasan dengan makna yang sangat luas. Ayat ini bermakna bahwa gunung itu tidak diam ditempatnya, tetapi bergerak. Berdasarkan hasil penemuan pakar Geologi, menyatakan bahwa lempeng lapisan bumi selalu bergerak yang dapat menimbulkan gempa tektonik yang di-akibat-kan oleh terjadinya tabrakan, lipatan dan retakan, walaupn gerakkan ini hanya beberapa centimeter pertahunnya. Tetapi pergerakan ini terlalu kecil kalau dibandingkan dengan gerakan bumi akibat rotasinya. Artinya ayat ini juga menjelaskan bahwa gunung itu bergerak karena dia berada diatas bumi yang bergerak. Hal ini juga berarti bahwa apapun yang berada diatas bumi akan ikut bergerak karena dia berada diatas pergerakan bumi. Bahkan awan yang berada di udara juga ikut bergerak bersama rotasi bumi, sesuai dengan petunjuk ayat diatas.

3. Telah dapat disimpulkan dari keterangan ayat-ayat Al Quran diatas bahwa bumi berbetuk bola dan berputar selama 24 jam pada sumbunya, matahari diam memberikan cahayanya dari jauh, sementara bulan bergerak mengelilingi bumi salama 28 hari, dan akhirnya kita juga dapat menyimpulkan bahwa bumi dan bulan sama-sama tidak menghasilkan sinar tetapi menerima sinar dari matahari. pertanyaannya adalah ; Apakah ada ayat di dalam Al Qur’an yang menjelaskan bahwa bulan menghasilkan cahaya pantulan dari matahari? Tentu saja Allah tidak menjelaskan dengan detail tentang bulan yang memantulkan sinar dari matahari, tetapi pada surat Nuh ayat 16 menyatakan ;

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (QS. Nuh 71:16)

Pada ayat diatas, Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada orang yang berpikir bahwa terdapat 2 istilah yang berbeda dalam memaknai arti cahaya. Ayat diatas menggunakan istilah “Nur” untuk cahaya yang dihasil oleh bulan dan “Syamsa Siraajan” untuk matahari yang bersinar bagai pelita. Artinya Matahari bersifat bagaikan pelita, obor atau lampu yang menjadi sumber cahaya untuk bulan sehingga dia memantulkan sinar itu. Allah telah memberikan petunjuk yang benar tentang teori “Pemantulan sinar”, jauh sebelum sain dapat membuktikannnya secara ilmiah.

4. Jadi benarlah apa yang disampaikan oleh firman Allah pada ayat-ayat Al Quran diatas. Firman Allah dalam Al Quran tidak bertentangan dengan penemuan sain. Hanya orang-orang yang beriman dan berpikir yang mampu memikirkan teka-teki atau petunjuk yang di sampaikan oleh Allah dalam soal ayat diatas.

5. Pertanyaan berikutnya apakah ada Firman Allah di dalam Al Quran yang menjelaskan Berapa bulankah lamanya satu tahun itu? Untuk itu kita merujuk pada surat At Taubah ayat 36 yang berbunyi;

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (QS. At Taubah 9:36 ) .

Keterangan Allah diatas menunjukkaan bahwa apabila siklus manzilah-mazilah bulan telah berjalan sebanyak 12 kali (12 x 28 hari) maka itu dikatakan sebagai hitungan satu tahun dalam perhitungan bulan. Dalam pengamatan, ada bulan yang berjumlah 29 hari dan ada yang berjumlah 28 hari, dan ini dapat dijadikan pentujnuk untuk menentukan jumlah hari dalam satu tahun.

Pertanyaannya adalah apakah benar bahwa satu tahun itu sama dengan 12 bulan? Apakah tidak lebih atau tidak kurang dari bilangan tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan ini , maka kita harus memperhatikan tanda-tanda alam yaitu bagaimana posisi antara bulan dan matahari yang terlihat dari bumi sesuai dengan keterangan Allah pada surat Yasiin ayat 40 yang berbunyi;

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan (mendahului) bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yaasin 36:40).

Arti dan makna dari ayat diatas menunjukkan bahwa seolah-olah bulan dan matahari bergerak beriiring-iringan dari Timur menuju Barat. Keduanya tidak pernah saling mendahului dan keduanya juga tidak pernah bertabrakan. Kecuali pada saat tejadinya peristiwa gerhana matahari. Peristiwa gerhana matahari tersebut merupakan kejadian yang dapat memberikan petunjuk bahwa letak matahari berada jauh dibalik bulan dan mereka tidak bertabrakan tetapi berselisih. Artinya garis edar atau jalur edar antara bulan dan matahari berbeda, sesuai dengan kata-kata masing-masing beredar (berjalan) pada pada garis edarnya (jalurnya).

Pertanyaan selanjutnya adalah; Kenapa terjadi peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan? Berapa kalikah terjadi peristiwa gerhana matahari dalam setahun? Apabila kita perhatikan dan amati pada satu tempat di bumi, posisi antara bulan dan matahari dalam setahun , maka pada suatu hari dalam tahun itu kita akan menyaksikan posisi dimana bulan dan matahari berada pada posisi paling dekat. Apabila posisi terdekat itu tercapai , yaitu beberapa saat setelah matahari dan bulan berimpitan, maka terlihat matahari mendahului bulan kearah matahari terbenam, seolah-olah matahari lebih dulu mencapai finis di Barat (sunset).

Pertanyaan selanjutnya adalah;  Kalau rotasi bumi berputar dari barat ke timur, bukankah seharusnya bulan yang bergerak lebih cepat ke arah barat dibandingkan dengan gerak matahari- sebab matahari itu berada sangat jauh dibalik bulan? Bayangkanlah ketika kita berada dalam mobil yang sedang melaju kencang, dimana seolah-olah pohon kayu atau tiang listrik yang berada disisi jalan seakan bergerak lebih cepat kebelakang dibandingkan sebuah gunung yang jauh dibalik pohon itu. Jadi menurut logika, seharusnya Matahari yang berada jauh akan di dahului oleh bulan yang bergerak cepat ke timur. Tetapi yang kita amati justru sebaliknya, yaitu dimana ternyata mataharilah yang bergerak lebih cepat ketimur atau menuju tempat terbenamnya. Bagaimana kita dapat menjelaskan fenomena itu?

Untuk menjelaskan fenomena diatas, maka kita harus dapat menjawab sebuah pertanyaan; ke arah manakah bulan bergerak ketika mengorbit bumi? Apakah ke timur atau ke barat? Kalau sekiranya bulan itu tetap diam di angakasa dan tidak mengorbit bumi, maka tentulah bulan seolah-olah bergerak lebih cepat ke arah barat dari pada Matahari karena bulan berada lebih dekat ke Bumi. Sebaliknya apabila bulan itu merupakan satelit bumi yang ikut bergerak searah dengan rotasi bumi, maka Mataharilah yang seharusnya kelihatan bergerak lebih cepat ke arah barat. Jadi ketika kita saksikan Matahari bergerak lebih cepat mendahului bulan ke arah barat, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bulan ikut bergerak searah dengan rotasi bumi yaitu kearah timur, sedangkan matahari Diam di tempat yang jauh. Karena rotasi bumi ke arah timurlah yang menyebabkan seolah-olah matahari bergerak lebih cepat menuju tempat terbenamnya.

Ke arah manakah bulan mengorbit bumi? Untuk menjawab pertanya an ini, maka sekali lagi kita harus mengamati fenomena alam tidak mungkin bulan mendahului Matahari dan tidak mungkin pula Matahari mendahului Bulan, keduanya bergerak dalam garis edarnya . Perhatikankan pada saat bulan purnama muncul, lalu tandailah posisi bulan itu di langit dan catat pula pada jam berapa kita menyaksikannya, lalu esok harinya perhatikan lagi posisi bulan itu pada jam yang sama seperti kemaren. Maka kita akan menyaksikan bahwa bulan itu seolah-olah mundur beberapa derajat ke sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa bulan bergerak mengorbit bumi ke arah timur. Atau menempatkan Bumi di sebelah kirinya (berlawanan dengan arah perputaran jarum jam). Bayangkan saja saat jemaah haji sedang menunaikan Ibadah Tawaf mengeliling Kabah.

Maka dapat disimpulkan bahwa Bumi berotasi pada sumbunya sebagaimana gerakan Tawaf jemaah haji mengitari kabah, demikian juga dengan Bulan mengelilingi Bumi yaitu seperti halnya Tawaf jemaah haji mengeliling Kabah. Pada tulisan Revolusi Bumi kita akan membahas tentang gerakan Bumi mengelilingi Matahari menurut keterangan Al Quran. Ternyata Bumi mengorbit Matahari juga seperti Tawafnya jemaah haji dalam menunaikan rukun Ibadah Haji di Kabah.

Untuk membuktikan bahwa Bumi berputar pada sumbunya , maka perhatikanlah tanda tanda berikut;
  1. Ketika kita menyaksikan siaran langsung pertandingan Sepakbola Piala dunia antara Perancis Vs Italia tahun 2006 pada jam 21 Malam, sedangkan pada waktu itu di Jerman masih siang sekitar pukul 5:30 sore. Bukankah sumber cahaya matahari yang menyinari Jerman dan Indonesia adalah sama. Ini berarti bahwa Indonesia lebih dulu mengalami malam , atau daerah Indonesia lebih dulu menuju timur dibandingkan daerah Jerman. Dengan arti kata bumi berputar (berotasi) dari barat ke timur.
  2. Kenapa daerah Surabaya lebih dulu menunaikan shalat magrib dari pada daerah DKI? Karena di Surabaya lebih dulu melihat matahari terbenam dari pada di DKI, dimana hal ini akibat rotasi bumi yang bergerak kea rah timur.
  3. Untuk membuktikan bumi berbentuk bola, maka berangkatlah ke Mekkah dari 2 arah. Pertama kita dapat berangkat ke arah barat (Indonesia India Mekah), tetapi juga dapat ke arah Timur (Indonesia-Hawai-Amerika-Mesir-Mekkah) . Hal ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bola. 
  4. Dapatlah kita bayangkan, sekiranya Allah SWT memberikan beberapa buah satelit untuk bumi, seperti halnya planet Yupiter yang mempunyai 16 buah bulan. Maka perhitungan waktu akan menjadi lebih rumit. Atau sebaliknya sekiranya bumi tidak memiliki bulan seperti halnya planet Saturnus yang hanya memiliki beberapa cincin, maka perhitungan waktu akan sangat rumit.
Begitulah Allah dengan sangat hati-hati menyampaikan keterangan ayat-ayatnya dengan tata bahasa tersusun rapi dan penuh perhitungan sehingga siapapun dapat menerima kebenarannya baik dengan kepatuhan iman kepada Allah maupun secara logika berpikir. Padahal ayat ini diturunkan oleh Allah pada 15 Abad yang lalu dan sampai sekarang terbukti kebenarannya.

Semoga informasi ini akan menjadi renungan dan menambah kesadaran bagi yang beriman kepada Allah.

Maha Benar Allah dengan segala Firman-NYA.
[Oleh: Rahmanhadiq | Blog Witrianto, S.S., M.Hum., M.Si]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

54 komentar:

  1. Al-qur'an dengan ketetapanNYA tidak akan menyalahi ilmu pasti, sains dan fisika.. Ayat-ayat Al-Qur'an jelas dan lugas.. Penafsirannya saja kadang selalu bisa berubah.. Artikel diatas seolah memaksakan Al-Qur'an harus sama dengan sains modern.. Sebagai seorang Muslim jelas Al-Qur'an ini sebagai petunjuk yang sempurana.. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana jika sains modern itu salah? Lalu suatu saat sains itu berubah.. Apakah tafsiran dari ayat-ayat diatas akan berubah juga? Sebagai seorang Muslim, elok kiranya jika saya beranggapan seharusnya sains yang mengikuti Al-Qur'an bukan sebaliknya..

    Jika merujuk pada ayat-ayat yang dipaparkan diatas, dengan kerendahan ilmu saya, maka bisa disimpulkan juga dengan logis bahwa bumi itu datar tidak berupa globe (bola).. Pertanyaan2 yang diajukan oleh para misionaris itu sudah dijawab dengan jelas oleh Al-Qur'an, walaupun menurut ilmu sains modern salah, tapi itu Al-Qur'an sudah benar sekali, tak perlu mencari penjelasan2/tafsiran2 yang mengarahkan (atau mungkin memaksakan) Al-Qur'an dengan sains modern. Apalagi jika sains modern itu salah.. Jika bumi datar secara otomatis tidak mungkin bumi berputar pada porosnya.. Gak ada penjelasan yang lugas bumi berputar pada porosnya di Qur'an.. Yang ada adalah matahari dan bulan beredar dalam garisnya, artinya adalah matahari dan bulan ini yang mengelilingi bumi..

    "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing BEREDAR hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu." (Q.S Ar-R'ad:2)

    "Dan Kami telah MENGHAMPARKAN bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran " (Q.S Al-Hijr:19)

    "Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang, dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia tundukkan matahari dan bulan, masing-masing BERJALAN sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS. Luqman:29)

    Lalu bumi datar:

    "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai HAMPARAN? " (Q.S An-naba:6)

    "Dan bumi bagaimana ia DIHAMPARKAN? " (Q.S Al-Ghasyiyah: 20)

    "Dan Kami HAMPARKAN bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata," (Q.S Qaf : 7)

    "Dialah Yang menjadikan bumi sebagai HAMPARAN bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui " (Q.S Al-Baqarah: 22)

    Maka jika merujuk pada ayat yang ana paparkan diatas, sains modern itu salah..

    Wallahualam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Earth is flat

      Allahu akbar
      Salam people power

      Hapus
    2. Minim ilmu sudah main tafsir tafsiran, berarti sudah banyak ilmu tentang al quran atau belum? Kalau belum mending jangan asal tafsir daripada kena resikonya nanti

      Hapus
    3. jawaban standart orang cari aman "ah jangan sembarangan tafsirin al-quran",TAPI ketika ada ayat yg jelas jelas sesuai dengan actual maka dengan cepat dipercayai Contoh “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53),
      maka dengan mudah orang menuliskan ayat ini dengan foto laut yg ada diselat giblatr dan gda yg protes bilang “jgn smbrngn mengartikan ayat atau lain2”.bisa saja makna nya laut trpisah kiasan,

      intinya banyak tafsir yang seolah2 mengikuti ilmu Sains karena "takut" dibilang bodoh/tolol atau bahkan kitabnya slah.
      kenapa gk berani bilang klo memang berbeda dengan sains ya "berbeda" jgn dicocok2 an....

      Hapus
    4. benar sekali bro MUHAMMAD ZAENUDIN, saya percaya bumi itu datar..

      Hapus
    5. Bumi memang datar saudara2 sekalian ,cuma para ulama bingung kerana bukti yg ditunjukkan oleh Yahudi Nasa dan sealiranya maka para ulama menjadi hilang pertimbangan ,maksud saya disini para ulama harus mempertahankan kebenaran yang sudah jelas didalam AL-QURAN,bukan menjadi separuh2 50/50 maka tidak mempercayai akan firman ALLAH ...sepatutnya kamu orang islam haruslah yakin 100% akan firman bukan menjadi goyah lantas mencampur adukan dengan fahaman sains yahudi...dimanakah Iman kita baru diuji dengan CGI penipuan demi penipuan umat islam dan para ulama sudah goyah terasa lucu amat sih...seharusnya kita haruslah tetap dengan firman ALLAH bumi itu diam matahari dan bulanlah mengitari bumi..jadi bukan bumi berpusing serupa gasiing akhirnya agenda yahudi tercapai kerana kita sendiri emang gak yakin ama AL-Quran ini lah kesilapan umat islam mudah dibohongin dengan mudah....ermmmm

      Hapus
  2. sains moden masih diperkembangkan kajiannya dgn bukti.. sains moden tdk pernah myanggahi al-quran. al-quran adalah kebenaran mutlak. cuma tafsiran manusia itu ada tepat dan ada juga yang kurang tepat.. seorang muslim perlu menjadi pakar tafsir al-quran dan pakar astrofizik. sukar untuk mpercayai apa yang dikatakn oleh pakar tafsir tetapi lemah dlm pgetahuan astrofizik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumi itu datar ....coba admin cari disurat apa yang menerangkan bumi berjalan di pada garis edarnya ...GK ada kan ...yg ada adalah matahari dan bulan yang berjalan pada garis edarnya ...jadi bumi itu adalah pusat alam semesta .matahari dan bulan lah yg berjalan pada garis edarnya ...

      Hapus
  3. maksa banget alquran di cocok _ cocokan dngn sains mas artikelnya, anda menunjukan ayat tentang bulan dan matahari beredar, tapi ayat yang menyatakan bumi beredar tu mana?? saya jadi teringat mitologi romawi, seolah olah matahari itu dewa tertinggi, planet planet tunduk semua dan memuja {berevolusi} ke matahari.. miris banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumi di ciptakan special tuk umat manusia...bumi lah pusat tata surya ini..


      Salam people power

      Hapus
    2. Bumi di ciptakan special tuk umat manusia...bumi lah pusat tata surya ini..


      Salam people power

      Hapus
  4. Saya adl muslim, ttg apakah bumi datar. Lihat pandangan zakir naik di youtube, bandingkan dg pandangan saudara. Saya yakin bumi itu bulat elips seperti telor unta

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan mempermasalah kan bumi datar, namun yang sudah jelas kita tahu bahwa apapun yang menjadi pusat tata surya tidak akan beredar,hanya berotasi saja, tidak ada di sebut kan bumi beredar, sedangkan matahari yang selama ini kita anggap pusat tata surya kenapa matahari beredar? aneh bukan?

      Hapus
    2. mukamu itu yg datar, lutfie surya.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Datar, kenapa kita muslim yang ber Alquran, musti ikut sains modern, agar tidak dikucilkan? Ayat alquran jelas, terima resapi, jadilah orang berilmu, eart is flat

      Hapus
  5. Sains itu lebih doominan kepada datang lihat dan buktikan. Orang2 Sains tidak akan percya sblm adanya bukti.yg ada hanya teori tnpa bisa di jelaskan. Jadi wajar saya kebanyakan orang2 itu adalah atheis. Tidak mendasarkan ilmunya pada kitab melainkan pada akal. Banyak kesalahan dalam kitab yg di sembunyikan oleh orang2 itu.mereka menyembunyikan fakta untuk menjaga kepercayaan manusia yg sudah teragntung melekat pada kitabnya masing2. sains lebih mengandalkan bukti bukan hnya sekedar teori. Mungkin saja mereka yg salah atau kitab kitab kita yg salah. Sekian trm

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum... Mohon maaf sebelumnya.. Saya masih bingung dengan penjelasan yasin 38 di tempat peredaranya... Beredar itu bukannya berpindah pindah.. Mohon pencerahannya.. :)

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum... Mohon maaf sebelumnya.. Saya masih bingung dengan penjelasan yasin 38 di tempat peredaranya... Beredar itu bukannya berpindah pindah.. Mohon pencerahannya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Wa'alaikumsalaam, mohon maaf sebelumnya, izinkan saya menjawab. Jika berdasarkan ilmu astronomi yang pernah saya pelajari saat di bangku sekolah, memang benar matahari bergerak, karena matahari bergerak menuju inti galaxy dari lengan galaxy(tempat tata surya kita berada sekarang) yang mana bentuk galaxy tempat tata surya kita berada adalah spiral.
      Bulan sebagai sateliit alami, ia mengelilingi Bumi. Bumi sebagai planet, ia mengelilingi Matahari yang merupakan bintang di sistem tata surya kita. Sementara tata surya kita bergerak menuju ke inti galaxy Bima sakti yang berupa spiral.
      Mohon maaf dan mohon pencerahannya jika terdapat kesalahan dalam pemahaman yang saya terima.

      Hapus
  8. Kalo bumi datar, pasti ada tepinya dong. Lihat saja kapal berlayar semakin terlihat ujung layarnya.
    Bumi bulat seperti telur unta,An Naziat ayat 30, dahaha, dihamparkan dan bisa makna kiasan seperti telur burung unta.
    Bumi bergantung pada "sesuatu" yg menahannya. Hingga pada suatu masa saat bumi mulai bergulir pada sisinya perlahan, maka kepepatan beratnyalah yang menyebabkan bumi terhentak.., dan itulah akhir zaman. Bukan pula dimulai dengan adanya tabrakan meteor besar.
    Bumi tidak beredar, matahari dan bulanlah yang mengelilinginya. Maka tidak satu ayat pun menjelaskan bumi beredar pada garis edarnya..
    WaAllohu alam bishawab.?

    BalasHapus
  9. itulah mengapa Al-'Alaq sebagai surat yang paling pertama kali diturunkan leh Allah SWT. Yg berisi Perintah membaca lingkungan alam semesta, ironisnya, ketika umat islam yg mendapat perintah untuk belajar menggali ilmu oleh tuhannya, kenyataannya bisa anda semua lihat sendiri. tdk ada ilmu yg tdk bermanfaat, semua itu adalah dari Allah dan semua ilmu saling terkait dan saling mendukung, pelajarilah. Al-Quran adalah yg paling pertama harus dipelajari, difahami, semakin banyak orang yg mengerti Al-Quran artinya akan semakin banyak pula orang menjadi pintar yg lalu bisa ikut serta menafsirkan ayat-ayat Al-Quran, seperti Quraish shihab mungkin!!?!

    BalasHapus
  10. السلام عليكم..
    Saya orang muslim dan beriman.
    Diantara beriman kpd alqur an.
    seharusnya alquran itu yang sesuai karna firman allah swt. Jadi kalau kalian membaca ayat suci alquran. Dan menemukan bahwa matahari dan bulan masing" berjalan pada garis edarnya 'azzumar:5'. ya udah.. Berarti bumi diam
    ..dan dalam surat yasin juga ada..
    Jangan lihat vidio dr zakir naik saja.. Lihat terjemah dan tafsirnya oleh mata anda sendiri. Yang di sampul.. Jangan di hp..

    BalasHapus
  11. Sebetulnya bukan menantang atau menghujat .... , masalahnya adalah mencari kebenaran ... , kebenaran observasi , logika , ilmu pengetahuan dsb ..... , jika terbukti sesuai maka halnya adalah mudah , tetapi jika terjadi ketidak sesuaian tentunya para ilmuwan mencari tau , apa yang sebenarnya terjadi ? ...... , bukankah manusia disuruh berpikir ?

    BalasHapus
  12. Untuk memastikan mana yg bergerak dan mana yg diam, kita harus keluar dari galaksi ini.

    BalasHapus
  13. Untuk memastikan mana yg bergerak dan mana yg diam, kita harus keluar dari galaksi ini.

    BalasHapus
  14. Bagi orang yang percaya bumi seperti telur burung unta harap di kaji lagi yah..., Soalnya tidak ada di dalam al quran tentang dinyatakan bumi itu seperti telur burung unta

    BalasHapus
  15. Dan pernyataan zakir naik itu tidak bisa di jadikan bukti kongkrit..., Soalnya itu hanya tafsiran, bukan kalimat yang benar benar tertulis di kitab kita al quran

    BalasHapus
  16. Artikel yg mencocoklogi alquran dengan sains, harusnya mencocokkan sains dengan alquran, kalo sains ga cocok maka alquran yg benar

    Oiya mas admin soal peredaran bulan itu sama ama matahari mas
    Coba observasi lagi caranya bukan perhari tapi perjam

    Lakukan mulai purnama jam 8 malam perhatikan bulan muncul di sebelah timur lalu perhatikan jam sembilan bulan akan terlihat agak meninggi dan masih di sebelah timur lalu jam 10 semakin meninggi hingga pada waktu subuh mulai condong kesebelah barat

    Maka anda akan bisa simpulkan tempat bulan terbitnya dan tenggelamnya sama dengan matahari tapi kelajuannya lebih lambat

    Silakan mas admin lakukan observasi

    Dan saran saya mas admin agar artikel ini dikaji ulang kemudian di muat ulang dengan hasil observasi team admin, jangan takut jika hasil observasi team anda sangat berbeda dengan hasil para saintis tapi sesuai dengan alquran kata perkatanya

    Karna saat ini ada konsep flaterth yg justru membenarkan arti ayat alquran perkata tanpa perlu penafsiran yg justru memaksakan harus sesuai teori sain modern

    Sekian dari saya wassalam

    BalasHapus
  17. Dan Kami HAMPARKAN bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata," (Q.S Qaf : 7)

    Dibumi kita ada gaya berat yaitu gravitasi, andaikan tidak ada gravitasi, apakah kita bisa berjalan dibumi? Mungkin akan melayang" dengan segala materi ibarat diruang hampa, karena itu Allah menciptakan gaya berat (gravitasi), juga adanya gaya tarik menarik antar partikel. menjadikan kita bisa berjalan, bersujud, membuat bangunan", membuat jalan raya, dsb, kara bumi hamparan. Coba kalo tidak ada gaya berat(gravitasi) apakah kita bisa berjalan? Apakah kita bisa membuat rumah-rumah? Apakah kita bisa membuat jalan raya?
    Tidak ada pernyataan bahwa bumi datar, atau bumi bulat, tapi hamparan. Karena Allah sudah tau pasti akan ada diantara manusia yang menyelisihkan bulat atau datar.
    Allohu'alam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jagan sembarangan mentafsirkan al quran .. karna neraka jahannam tempatnya ..

      Hapus
    2. Jagan sembarangan mentafsirkan al quran .. karna neraka jahannam tempatnya ..

      Hapus
    3. Bukan karena gravitasi kita bisa menepak, berjalan dipermukaan bumi. Tetapi karena berat-jenis kita lebih besar dari udara. Balon gasakan keatas melayang karena berat-jenisnya lebih kecil dari udara, dimana peran gravitasi ?

      Hapus
  18. Bimaa unjila ilaika,, Dengan adanya gaya berat (gravitasi) juga gaya tarik menarik antar partikel, bumi pun terbentuk, gunung", lautan, jalan", dsb bisa terbentuk.

    Allohu'alam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba anda baca dan cari tau lagi tentang gravitasi.. nyata atau hanya sebuah teori yg di doktrin kepada anda dari sd? Jangan sembarangan menafsirkan alquran. Sudah terbukti kok sains moderen itu adalah penyesatan buat org" beragama? Mendoktrin kita dengan teori" yg seakan" nyata ttg bumi dan alam semesta sehingga kita semakin menyimpang dari agama

      Hapus
    2. Tonton aza mas video fe101 dsitu lengkap. Insyaallah ada perbandingan antara bumi bulat dan datar. Jangan mau dibohongi sains modern. Salam fe.

      Hapus
  19. Ini artikel mantap, itulah orang-orang yang berfikir,, Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu, karena segala ilmu adalah ciptaan Allah,
    Alhamdulillahi "robbil'alamin".. Dengan adanya akal(logika), manusia memahami alam.. Iqro(bacalah Al-qur'an dan bacalah alam ini).

    Allohu'alam..

    BalasHapus
  20. ..Dia berkata kepadanya(langit) dan kepada bumi: “DATANGLA KAMU KEDUANYA" menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “KAMI DATANG" dengan suka hati” (qs fushilat:11)

    Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
    kemudian Dia berkuasa di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang
    akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?(Qs Yunus:3)

    Allohu'alam..
    Wassalam..

    BalasHapus
  21. Min, mohon di fikirkan kembali, biarkan al-qur'an yg berbicara, jgn tarik al-qur'an untuk melegitimasi apa yg menjadi asumsi anda ataupun asumsi yang di hasilkan teori. Ingat al-qur'an itu mutlak, sementara teori itu relative, selalu tergantikan oleh teori yg lebih baru. Jgn sampai ayat yg menjelaskan gunung ditarik dan disimpulkan sebagai ayat yg menjelaskan bumi, jelas2 ayat berbicara ttg gunung bukan bumi min. Wallahu a'lam bis showab. Terimakasih.

    BalasHapus
  22. Pengamatan saya .. anda terlalu memaksakan kehendak quran terhadap sains.. yg seharusnya sainsla yg harus disesuaikan dengan quran bukan sebaliknya.. jangan asal main tafsir. Tidak kah sains modern sekarang mulai kelihatan tidak masuk akal? Dan mulai membuat teori kuantum dab multiaemesta? Yang berarti tidak percaya tuhan.. sebenarny penafsiran ayat" tersebut tidak jauh berbeda dari apa yg kita baca dari ayat tersebut dengan akal dan logika. Bumi diam. Matahari beredar. Dan bulan mempunyai cahaya sendiri.. sungguh beruntung org" yang berakal

    BalasHapus
  23. Saya tidak memaksa kehendak alqur'an terhadap sains, malahan sains yang mengikuti Al-qur'an.
    Saya mengikuti pemikiran saya terhadap Al-qur'an.
    Saya menghargai pendapat sodara tentang sains.
    Dan saya memang tidak suka kalau masalah astronomi, tapi bidang sains itu bukan astronomi saja, fisika, kimia, biologi, dll. Itu juga termasuk, dan ilmu terapan sains adalah teknologi.
    Teknologi yang ada gunakan sekarang itu adalah hasil eksperimen org" saintis.
    Yang jelas saya percaya Al-qur'an dari Tuhan semesta alam.

    BalasHapus
  24. Kalau gitu jangan pake nama gravitasi, pake saja bhasa sehari-harinya itu gaya berat kebawah, yang jelas memang telah dibuktikan ada gaya berat, dimana saya melempar batu ke atas, batu itu jatuh kebawah.
    Nah sekarang coba anda pikirkan apa itu arti "HAMPARAN". Lalu bagai mana kalau tidak ada gaya berat kebawah? Apakah anda masih bisa berjalan dibumi? Anda loncat ke atas, gak balik lagi kebawah dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada gravitas..... batu dilempar keatas, batu akan jatuh kebawah, karena BERT_JENIS batu lebih besar dibanding berat jenis udara. Coba anda lempar balon-gas akan melayang tidak jatuh kebawah.

      Hapus
    2. BERAT-JENIS batuk lebih besar dari udara, saat dilempar keatas, batu itu akan jatuh kebawah.
      Saat anda melepas balon gas akan melayang karena BERAT-JENIS gas dalam balon lebih kecil dari udara.
      NO GRAVITY.

      Hapus
  25. Dan saya percaya Allah yang mengatur segala kejadian sesuatu dengan ukuran yang sudah ditentukan.

    BalasHapus
  26. Betul yang namanya sains slalu berubah-ubah. Sperti akal manusia yang salalu berubah-ubah, dan punya batasan, yang sudah terbukti dengan mata kepala, baru kita ambil, yang hanya teori biarkan saja. Yang jelas Al-qur'an itu memang mutlak kebenarannya.

    BalasHapus
  27. Mau bulan bercahaya sendiri ke, mau bulan berjalan ke, mau bulan terbang ke, itu bukan urusan manusia, kita syukuri aja, Allah sudah menyiapkan segala sesuatu dibumi ini untuk kita.

    BalasHapus