"Kehidupan dan Kematian yang Diberikan Allah kepada Manusia"

"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNyalah kamu Kembali (QS. 2:28)

Dia lah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia mengetahui segala sesuatu (QS. 2:29)
  •     Dalam ayat sebelumnya, Allah menerangkan sifat-sifat golongan yang kafir.
Kekufuran kepada Allah diperlihatkan dengan bukti bukti dan nikmat-nikmat, ini merupakan kekufuran yang amat buruk. Allah memperlihatkan satu kejadian yang pasti manusia lihat. Mereka dahulu mati lalu dihidupkan oleh Allah. Mereka dahulu dalam keadaan mati lalu dihidupkan kembali oleh Allah, dan tidak ada tempat untuk berlari dari kenyataan yang tidak dapat ditafsirkan kecuali dengan kuasaNya.
  •   Jalan kehidupan pasti berbeda dengan Jalan kematian.
Pasti ada diantara kita yang bertanya, "dari mana datangnya kehidupan? "

Kehidupan itu datangnya dari Allah. Inilah jawabannya. Sebab jika tidak begitu, hendaklah orang yang tidak mau menerima mengatakan, "bagaimana jawabnya? "

Inilah hakikat ayat ini.

Bagaimana kamu menjadi kufur (mengingkari) Allah padahal kamu dahulunya mati (belum lahir), kemudian Dia menghidupkan kamu
  •  Dulu kamu itu mati, di antara benda-benda mati di sekeliling mu di bumi. Lalu Allah menciptakan kehidupan untukmu.
Lantas bagaimana orang yang telah menerima kehidupan dari Allah ini bersikap kafir kepadaNya?

setelah itu Dia mematikan kamu
  • Hal ini tidak perlu dibantah lagi.
Inilah hakikat yang dihadapi oleh setiap makhluk hidup.

kemudian Dia menghidupkan kamu kembali (di akhirat)
  •  Dan, inilah yang selalu mereka bantah.
Kemudian kepada-Nya lah kamu kembali...
  • Kamu akan kembali seperti semula.
Dalam tafsir ibnu katsir:

Ayat tersebut sama dengan firman Nya: “Ya Rabb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).” (QS. Al-Mu’min: 11).

Mengenai firman Allah dengan bersumber dari Ibnu Abbas, ad-Dhahhak mengatakan, “Dulu, sebelum Dia menciptakan kamu, kamu adalah tanah, dan inilah kematian. Kemudian Dia menghidupkan kamu sehingga terciptalah kamu, dan inilah kehidupan. Setelah itu Dia mematikan kamu kembali, sehingga kamu kembali ke alam kubur, dan itulah kematian yang kedua. Selanjutnya Dia akan membangkitkan kamu pada hari kiamat kelak, dan inilah kehidupan yang kedua.”

Kemudian disusullah ayat ini dengan pantulan sinar yang lain untuk melengkapi pancaran cahaya yang pertama.

"Dia lah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju kelangit, lalu Dia menyempurnakan menjadi tujuh langit. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu. ?Perkataan "untuk kamu" memiliki makna yang mendalam serta kesan yang dalam pula. Ini sangat menunjukkan kata yang pasti bahwa penciptaan manusia adalah untuk urusan yang besar. Manusia diciptakan Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi, menguasainya dan mengelolanya.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar