Kiat-kiat Agar Istiqomah Membaca Al-Qur’an

Ada empat poin di antara banyak keutamaan membaca Al-Qur’an. Empat keutamaan itu adalah, pertama, akan mendapatkan pahala yang sangat banyak. Kedua, Allah subhana wata’ala akan mengangkat derajat orang-orang yang membaca Al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Ketiga, pembaca Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan hati dan jiwa yang luar biasa. Dan yang keempat, para pembaca Al-Qur’an akan diberi syafa’at (pertolongan) di hari kiamat. Lebih lengkap dan gamblangnya kita bisa searching di internet, insya Allah akan banyak artikel yang membahas itu.

Berdasarkan pengalaman orang-orang, tidak mudah untuk bisa bertahan membaca Al-Qur’an dalam waktu lama. Membaca selama sepuluh menit, lima belas menit, dua puluh menit, rasa-rasanya sudah ingin menutupnya. Sedangkan kita saat nonton sinetron, bola atau yang lain bisa betah berjam-jam. Bagi yang suka main game, bisa pula betah berjam-jam. Yang suka baca novel atau komik juga bisa berjam-jam. Kenapa kalau Al-Qur’an berbeda ya?

Selain tidak mudah untuk bisa berlama-lama dengan Al-Qur’an, bukan perkara ringan juga untuk bisa istiqomah membaca Al-Qur’an dengan rutin. Terkadang kita akan menemui suatu hari yang rasanya tidak mood atau malas membuka Al-Qur’an, apalagi membacanya.  Padahal, amal yang dicintai Allah kan yang dilakukan terus-menerus, yang kontinyu.

Penulis bertanya kepada Ustadz Qomar tentang kiat-kiat agar bisa lebih tahan lama dan istiqomah dalam membaca Al-Qur’an. Berikut ini kiat-kiat yang beliau berikan, di antaranya adalah;

1. Memahami hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur’an.
Pemahaman akan hal ini akan memberikan motivasi dan semangat dalam membaca Al-Qur’an.

2. Mempunyai waktu pokok (waktu khusus) yang dialokasikan untuk Al-Qur’an.Sebagaimana waktu makan bagi jasmani, waktu makan untuk ruhani pun perlu alokasi khusus. Dan Al-Qur’an tidak menerima waktu-waktu sisa, dia membutuhkan waktu khusus.

3. Tashabur (menyabar-nyabarkan diri) saat membaca.
Saat merasa tidak tahan lagi, ingin menghentikan dan menutup Al-Qur’an, kita perlu menyabarkan diri dan berusaha menambah porsi bacaan. Hal ini membutuhkan perjuangan, dan ini merupakan nilai jihad tersendiri.

4. Saat punya waktu luang, menyendiri ke tempat yang tidak kenal orang lain lalu membaca sebanyak-banyaknya hingga beberapa juz.
Jika sudah mampu membaca banyak misalnya 5 juz pada kesempatan tersebut, insya Allah di hari-hari berikutnya untuk membaca misalnya 2 juz per hari akan terasa lebih ringan. Perlunya ke tempat yang tidak kenal orang, karena jika ketemu dengan orang yang dikenal nanti bisa-bisa akhirnya ngobrol, terlebih lagi orang yang jarang/lama tidak bertemu. Bakal makin seru obrolannya.

Selain beberapa poin di atas, landasan paling penting dalam membaca Al-Qur’an adalah kelurusan niat. Niat yang lurus karena Allah dan semata-mata mengharap ridho Allah akan menjadi pondasi utama dalam menjaga keistiqomahan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an itu suci, maka dia juga akan dekat dan sefrekuensi yang menjaga kebersihan hatinya.
Sumber : bangcahyo.wordpress.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar