Mata Dakwah, Mata Kaderisasi

Ya, tingkat keimanan seseorang, memiliki korelasi kuat terhadap intensitas dakwah.  Jika keimanan seseorang bagus, maka aktivitas dakwahnya juga akan baik.  Amar ma’ruf, nahyul munkar dan keimanan, itu tiga syarat khairu ummah yang ada dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 110.

Saudaraku,

Keimanan kita berbicara melalui sejauh mana kita mendakwahkan nilai-nilai yang kita imani itu kepada orang lain. Keimanan kita terjawantah pada bagaimana kita berusaha menunjukkan orang lain untuk juga merasakan kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman, keyakinan hati, sebagaimana yang kita rasakan. Keimanan kita tercermin pada usaha kita untuk merekrut orang lain untuk bersama-sama menjalin persaudaraan yang kuat, dan membangun masyarakat hidup dalam kebaikan Islam. Keimanan kita terlihat pada seberapa besar peran kita dalam dakwah secara integral untuk mengajak sebanyak-banyak masyarakat mewujudkan indahnya Islam dalam kehidupan.

Iman adalah bahasa hati. Dan mata adalah jendela apa yang ada di dalam hati. Dengan hanya melihat mata dan pandangan seseorang, biasanya kita bisa mengetahui sifat si pemilik mata. Ada mata culas, mata jujur, mata peragu, mata penakut, mata angkuh, mata tulus, mata orang yang tak berpendirian, mata pemberani, mata sedih, mata gagah, mata tamak, mata dengki, mata penipu, mata yang kehilangan jiwa, mata yang penuh kerinduan, dan sebagainya. Jika hati kita penuh dengan rasa damai atas keimanan, maka itu juga yang akan terlihat dalam mata dan air muka. Jika jiwa kita terpatri kuat keyakinan terhadap dakwah, maka itu juga yang tampil dalam mata yang penuh peduli, perhatian, sayang, kepada siapapun yang sesungguhnya kita ingin menuntun mereka dalam dakwah.

Saudaraku,

Mata dakwah kita, selalu melihat dari sudut bagaimana dakwah bisa kita sampaikan kepada orang lain. Mata dakwah, selalu memandang dari arah bagaimana bisa menjalin komunikasi dengan orang lain, agar bisa memiliki keimanan lebih baik. Mata dakwah kita adalah  mata kaderisasi, yang merupakan cermin dari keyakinan hati dan pikiran kita, selalu mencari celah untuk bisa masuk ke dalam hati banyak orang, dan menjadikan mereka bagian dari barisan keimanan yang kuat, dan terkader untuk memperkuat pengaruh dakwah di masyarakat.

Saudaraku,

Itulah mata dakwah. Itulah mata kaderisasi kita.
Dakwah itu, sejatinya merupakan naluri orang-orang mukmin. Naluri yang lahir dari keyakinannya terhadap nilai-nilai Islam. Naluri yang hadir dari ketenteraman kedamaian hatinya pada ajaran Islam. Naluri yang menyergap seluruh dinding hati, karena ia begitu yakin dengan kebenaran Al-Quranul Karim, hadits Rasulullah SAW serta seluruh bangunan Islam yang bisa membawa masyarakat di manapun untuk hidup dalam kebaikan.  Bagi orang-orang beriman, naluri dakwah itu muncul begitu saja secara otomatis, dari suasana hati yang disuburkan oleh rasa senang dan gembira oleh berbagai ibadah, juga akal pikiran yang dicerahkan oleh pemahaman yang semakin mendalami keimanan.
Sumber : www.dakwatuna.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar