Perbaiki Diri Sembari Berbagi

BERBAGI, tidak melulu harus orang yang sudah sempurna agamanya, baik akhlaknya, sempurna tingkah lakunya dan selalu indah tutur katanya. Jika menunggu seseorang yang sempurna untuk berbagi, maka kebaikan yang ada tidak akan pernah mengalir dan bermanfaat, karena sampai kapanpun tidak akan ada manusia yang sempurna.

Taburkan ilmu yang dimiliki, tidak akan berkurang ilmu seseorang hanya dengan berbagi. Justru hal itu akan semakin menambah pahala dan kebaikan yang berkelanjutan di kemudian hari. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,”Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Usah hiraukan ucapan orang yang menghujat akan kebaikan yang belum sempurna dan agama yang masih seujung jari. Niatkan semua karena Allah, kita berbagi karena ingin menggapai ridho-Nya, bukan ridho manusia.

Ingatkah kalian akan perjuangan Nabi-Nabi sebelumnya yang tak pernah gentar menebar kebaikan dan terus memperjuangkan agama meski penolakan demi penolakan terus terlontar dari mereka yang dengan terang-terangan menolak Islam dan kebaikan?

Pada zaman kenabian, ada Nabi yang selalu berjuang untuk menyebarkan kebaikan. Pada zaman khilafah, ada empat sahabat Rasulullah yang juga tak pernah goyah dalam menebarkan kebaikan meski hujatan terus mengiringi perjalanan mereka. Dan pada masa kerajaan Islam, ada orang-orang yang senantiasa menegakkan ajaran Islam tanpa putus asa. Dan kini, tidak ada lagi seorang khilafah ataupun kepemimpinan Islam yang tak gentar menebarkan kebaikan dan menyeru agama. Haruskah umat Islam berdiam diri ketika maksiat terus merajalela, ketika masjid tidak lagi ramai dengan ibadah? Pantaskah jika kita yang mengaku sebagai umat Islam berhenti mengajak kepada kebaikan ketika salah seorang dari manusia mencela dan menentang kebaikan? Jika bukan kita, siapa lagi?

“Agama sendiri belum benar kok sudah berani-beraninya mendakwahi orang lain” Sering, mendengar kalimat seperti ini ketika diri mencoba menyebar kebaikan dan berbagi perihal ilmu. Akhi, Ukhty, ketahuilah, tidak semua orang yang berbagi kebaikan ialah orang yang sudah baik agamanya. Bisa jadi, mereka yang sering mengucap kata kebaikan perihal agama adalah orang yang tidak lebih baik dari kita agamanya. Namun setidaknya mereka berani dalam mengajak kebaikan dan tak gentar dengan ucapan orang.
Laporkan iklan?

Pendakwah, suka share ilmu agama, atau yang sering berkata tentang kebaikan, bukan berarti mereka suci dari dosa, bukan berarti pengetahuan mereka tentang agama sudah sempurna, namun hanyalah berharap pahala dari berbagi kebaikan dan tak lupa sembari memperbaiki kebaikan diri sendiri. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” (HR. Muslim)

Ucapan orang-orang sekitar sering kali menjadi penghalang diri untuk menebar kebaikan, terkadang pula, timbul pikiran dan hadir bisikan-bisikan yang mengatakan diri ini belumlah pantas untuk menebar kebaikan, belumlah baik agama untuk saling berbagi meski untuk peroleh pahala.

Sahabat, hilangkanlah segala apa yang menghantui diri. berjalan luruslah untuk terus menuju kebaikan dan senantiasa menyebar kebaikan serta tidak lupa senantiasa memperbaiki diri sendiri untuk menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Seorang pendakwah yang menyebar kebaikan melalui suara ataupun tulisan tidak selalu seindah apa yang ia utarakan atau apa yang ia tuliskan, akan tetapi dari sebuah rangkaian kata yang telah terucap dan telah tertulis indah akan menjadi cambuk semangat tersendiri untuk terus menerjang kebaikan yang membuat diri lebih indah dari kata yang diucapkan dari tulisan yang ia sampaikan.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Seandainya yang melarang dari dosa harus orang yang tidak terlepas dosa dan yang memerintahkan kebaikan harus orang yang sudah melakukan kebaikan semua. Maka tidak ada lagi yang melarang dari keburukan dan mengajak kebaikan kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Akhlaq was siyar hal. 252-253)

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk kita bersama menegakkan kebaikan, menebarkan kebaikan, menjunjung Islam yang hakiki dengan cara senantiasa berbagi. Berbagi sembari memperbaiki diri itu lebih indah dari sekedar berucap dan menghujat mereka yang bahagia dengan tutur kata yang senantiasa mengajak pada kebaikan. Jangan berhenti ditempat, ketika diri di hujat. Terus melangkah meski pendirian goyah, terus berbagi meski diri sering di caci maki. Usah risau dan bertahanlah dalam menebar kebaikan, Allah selalu ada dan tak pernah menutup mata. Allah tahu apa yang tidak kita tahu, Allah memberi setiap apa yang kita ingini. Gunakan usia selagi nyawa masih lekat pada raga, berbagi seraya memperbaiki diri, semoga Allah senantiasa meridhoi apa yang kita jalani. Aamiin
Sumber : www.islampos.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar