Al-Quran Itu Indah, Sayang!

Rasulullah saw. bersabda,”Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, kedua orangtuanya di hari kiamat akan di pakaikan mahkota dari cahaya. Sinarnya persis seperti sinar matahari. Kedua orangtuanya diberi dua perhiasan yang tidak bisa dibandingkan dengan dunia. Keduanya bertanya,’Dengan apa kami mendapatkan semua ini?’ Dijawab,’Anakmu mempelajari Al-Qur’an.’

Subhanallah…

Semoga Allah kuatkan kita untuk mencintai Al-Qur’an dan mencintai-Nya dengan sebaik-baik cinta. Agar kita bisa mendapatkan mahkota dan mampu untuk memakaikannya kepada kedua orangtua kita kelak di hari kiamat.

Diriwayatkan oleh Ath –Thabrani dan ibnu an-Najjar dari Ali ra. Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:  “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian tiga perkara: cinta kepada Nabi kalian, cinta kepada beliau(Rasulullah), dan membaca Al-Qur’an. Sebab, sesungguhnya pembaca Al Qur’an berada dibawah naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya, bersama para Nabi dan orang-orang pilihan-Nya.”

Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak adalah suatu hal yang memang sangat dasar. Agar pondasi aqidah mereka kuat dan dapat tumbuh sesuai fitrahnya. Cahaya hidayah dan hikmah itu lebih mudah meresap pada jiwanya yang masih suci dan bersih, sebelum didahului oleh hawa nafsu mereka dan kegelapan akibat kemaksiatan.

Anak-anak yang dekat dengan Al-Qur’an, mempelajari dan mengamalkannya merupakan salah satu sebab tertolaknya musibah dari keluarga dan masyarakat. Saat mengajarkan Al-qur’an kepada anak-anak berusaha untuk mampu juga menjelaskan tentang apa yang sedang dibacanya, agar tertanam dalam diri mereka akidah yang kokoh, cinta yang kuat kepada Tuhannya dan jiwa yang tangguh.

Al-Qur’an sangat besar pengaruhnya pada diri anak dan jiwa manusia pada umumnya. Menentramkan, menggetarkan dan menariknya. Jiwa anak yang masih bersih dan suci, maka Al-Qur’an itu akan sangat besar pengaruhnya pada jiwa mereka. Setan yang masih belum mampu mempengaruhinya. Dan apabila dimulai dengan surat-surat pendek, surat makkiyah yang memiliki keistimewaan tersendiri sehingga mereka mudah mengahafalnya. Dan karena dalam Al-Qur’an surat-surat pendek ini mempunyai keberadaan yang sangat istimewa, yaitu untuk mengupas suatu hikmah tentang suatu yang menakjubkan bila kita menelaah dan mempelajari dengan seksama.

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al-Isra: 82)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At-Tahrim: 6)

Diantara pengaruh Al-Qur’an terhadap anak adalah saat telah merasuk dalam jiwa mereka akan mampu membuat mereka bisa menyelesaikan setiap masalah, baik yang menyangkut masalah keyakinan maupun kejiwaan mereka. Akhlaq mereka akan tertata rapid an indah seperti apa yang telah mereka pelajari dan yakini dalam Al-Qur’an. Reaksi ketangguhan jiwa dan keteguhan mereka dalam menghadapi kehidupan.

Abu ‘Ashim mengatakan,”Aku membawa anakku menghadapa Ibnu Juraij. Anakku saat itu belum mencapai tiga tahu. Dia belajar hadits dan Al-Qur’an.” Abu ‘Ashim mengatakan,”Tidak apa-apa mengajari anak seusianya hadits dan Al-Quran.”

Subhanallah..

Akidah menjadi hal yang penting untuk membentuk jiwa anak, semakin baik akidah mereka maka semakin tangguh dan kuat mereka dalam menghadapi tantangan zaman pada saat ini. Banyak pengaruh buruk yang saat ini terjadi, mereka berusaha memalingkan anak dari agama Allah. Saat telah dekat dengan Al-Qur’an maka jiwanya akan tenang, kelezatan iman, kekuatan jiwanya semakin tinggi karena telah mempelajari makna dan semua cerita cinta indah dalam Al-Quran. Banyak cerita tentang ketangguhan orang-orang yang mencintai Allah didalamnya, juga banyak pengorbanan dan perjuangan yang berujung indah disetiap langkah juga perjuangan untuk Allah.

Semoga Allah karuniakan kepada kita anak-anak yang cinta kepada Allah dan surat cinta dari-Nya. Yang bila semakin dekat dan rajin membacanya akan membuat pemiliknya lebih mencintai kita. Itulah surat indah, surat cinta dari Sang Pemilik Cinta. Berusaha memetik pelajaran dari Buku Bagaimana Rasul saat mendidik anaknya. Semoga semakin menguatkan langkah dan semangat kita untuk dekat dan meresapi Al-Qur’an dalam diri dan keluarga kita.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar