Menerapkan Parenting Islami Dimulai dari Alquran

Lembaga Qiraati Pusat - Ketika dikatakan musik mozart mampu memengaruhi  perkembangan otak si kecil, bayangkan efek yang terjadi jika musik yang diperdengarkan kepada janin adalah ayat suci Alquran. Selain lantunannya yang tak kalah indah, ada perbendaharaan kata yang baik yang akan didengar oleh janin.

Allah menurunkan Alquran sebagai mukjizat bagi seluruh alam. Alquran adalah pedoman bagi umat muslim menuju kemenangan di akhirat kelak. Alquran juga merupakan satu-satunya mukjizat yang telah dijamin kemurniannya hingga hari kiamat tiba. Oleh karena itu, manfaatnya sangat besar ketika Abi dan Ummi mulai menerapkan parenting islami dengan memperdengarkan Alquran sejak janin masih di dalam kandungan.

Alquran sebaiknya diperkenalkan kepada janin sejak bayi sebagai wujud parenting islami.

Setiap sumber bunyi yang diperdengarkan melalui bacaan Alquran  memiliki  frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Ketika Alquran dibaca dengan tartil yang sesuai dengan tuntunan tajwid, bacaan tersebut akan memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu memengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh. Kemuliaan dan kebaikan Alquran  dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya. Dengan begitu proses parenting islami dengan memulai memperdengarkan Alquran yang Abi dan Ummi ingin terapkan jadi akan lebih mudah dilakukan ke depannya karena anak sudah terbiasa dengan Alquran sejak ia kecil.

Orang dewasa saja akan mendapatkan ketenangan ketika membaca atau mendengarkan lantunan bacaan Alquran yang tartil dan indah. Ini karena lantuan bacaan Alquran dapat menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak kita. Bayangkan saja jika hal ini didengarkan oleh janin yang saraf otaknya masih suci dan belum tercemar oleh berbagai informasi yang tidak baik.

Sebelum lahir, sel-sel otak bayi mulai bergetar berirama secara seimbang. Namun, setelah lahir, masing-masing tindakan akan memengaruhi sel-sel otak dan juga memengaruhi cara mereka bergetar. Ketika otak tidak siap menerima frekuensi tinggi, hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang suatu saat dapat menimbulkan penyakit fisik dan psikologis.

Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak mampu bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Jika musik klasik saja dipercaya sebagai musik yang baik untuk diperdengarkan kepada janin, apalagi dengan Alquran. Selain memberikan efek menenangkan, Alquran  dapat meningkatkan kemampuan berbahasa karena Alquran  diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa dengan nilai sastra yang tinggi dan bahasa yang paling sulit dipelajari dibandingkan bahasa lain. Tak ada satu pun manusia yang mampu menandingi keindahan bahasa Alquran . Fakta lainnya adalah ketika kita mampu berbahasa Arab, hal ini mampu mempermudah kita untuk menguasai bahasa asing lainnya.

Terapkan Parenting Islami dengan Mengenalkan Anak kepada Alquran

Karena hal yang disebutkan di atas, membiasakan memperdengarkan Alquran pada janin dan mengajarkan Alquran pada bayi setelah lahir sangatlah bermanfaat bagi anak karena ia akan terbiasa mendengar kalimat-kalimat yang baik. Selain itu, ketika belajar Alquran dengan memahami maknanya, anak akan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain yang tidak terbiasa mendengarkan ayat suci Alquran. Meski bahasa tersebut terdengar asing untuk anak-anak di Indonesia, anak tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menguasainya. Asalkan, hal ini dibiasakan sejak anak masih di dalam kandungan dan dilakukan secara konsisten.

Ibu hamil yang memperdengarkan lantunan Alquran kepada janin tidak untuk mengharapkan mereka mengerti apa yang sedang dibaca, tetapi sekadar membiasakan janin memperdengarkan Alquran sejak dalam kandungan, membantu menumbuhkan tingkat intelegensi, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan mendapatkan kepribadian yang baik pada anak ketika tumbuh besar kelak. Sebab ketika janin berusia 7 bulan, ia sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Oleh karena itu, membiasakan diri membaca Alquran saat sedang hamil memiliki efek yang sangat baik, baik bagi janin maupun bagi ibu untuk mendapatkan ketenangan agar tidak mudah stres.
Sumber : abiummi.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar