Tips Menghafal Qur'an untuk Orang Dewasa

Ilustrasi: mizanapps.com


Qiroati Pusat - Menghafal Al Qur'an memiliki banyak keutamaan, termasuk di antaranya adalah kedudukan kita tergantung dari ayat terakhir yang kita baca. Saat ini pun menghafal Al Qur'an sudah jamak di masyarakat kita, sehingga dapat meningkatkan motivasi kita untuk menghafal kitabullah ini. Hanya saja, sebagian dari kita yang sudah menginjak usia dewasa, mulai berkurang semangatnya untuk mulai menghafal. Bisa jadi karena kita terpengaruh peribahasa, "Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagaikan mengukir di atas air," sehingga merasa sudah terlambat dan akan sulit untuk mulai menghafal.

Padahal, yang Allah lihat dari kita adalah usaha kita, seberapa keras usaha kita untuk menghafal Al Qur'an. Bagi orang dewasa yang baru akan mulai menghafal, ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan.


1. Memahami tujuan dan keutamaan menghafal Al Qur'an

Yang pertama, tentu saja, bahwa tujuan kita menghafal adalah untuk mencari ridha Allah SWT. Selanjutnya, sebagai pemacu semangat, kita bisa mencari tahu keutamaan seorang hafidz atau penghafal Qur'an. Di antaranya adalah bahwa penghafal Qur'an akan diikuti oleh kaumnya, seperti dikatakan dalam hadits, "Hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah." Yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah yang paling banyak hafalannya.


2. Mengatur waktu

Orang dewasa seringkali mengajukan kesibukannya sebagai alasan atas tidak sempatnya menghafal Al Qur'an. Hal ini bisa disiasati dengan mengatur waktu yang tepat antara kesibukan duniawi dengan kesibukan ukhrawi. Misalnya, jika kita bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore, maka kita bisa sedikitnya mengulang hafalan setelah maghrib dan mulai menambah hafalan usai subuh. Atau dengan penjadwalan lain yang sesuai dengan kesibukan masing-masing.

Yang jelas, kita memang harus mengurangi waktu-waktu yang tidak bermanfaat seperti bergosip, mengobrol tanpa arah, atau menonton TV terus-menerus dan mengalokasikan waktu-waktu ini untuk menghafal Qur'an.


3. Memiliki guru untuk menyimak hafalan

Keberadaan guru memang diperlukan supaya bisa menyimak kemajuan hafalan kita. Minimal seminggu sekali kita bisa menemui guru tersebut. Untuk sehari-hari, kita bisa mengajak keluarga kita untuk menyimak hafalan, misalkan suami/istri, anak, dan (kalau masih ada) orang tua.


4. Tasmi' (mendengar bacaan Qur'an)

Mendengarkan juga merupakan salah satu metode yang umum untuk menghafal. Ketika di mobil, alih-alih mendengarkan kaset musik, kita bisa mendengarkan murattal dari qari' yang kita senangi bacaannya. Semakin sering mendengarnya, akan semakin lekat bacaan tersebut dalam ingatan.


5. Mengulang-ulang bacaan

Ketika pertama kali menghafal suatu ayat, cara paling efektif memang membacanya berulang-ulang sampai lidah kita terbiasa dan mampu melafalkannya tanpa melihat teks lagi. Demikian juga ketika kita sudah hafal, maka untuk menjaganya kita tetap harus mengulang-ulang bacaan tersebut. Bisa dilakukan ketika shalat, atau ketika dalam kendaraan, atau bagi ibu rumah tangga bisa mengulang-ulang sambil beberes rumah (dengan catatan tidak melafalkan bacaan Qur'an di kamar mandi).


Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghafalkan, dan kita sendiri yang tahu metode paling tepat bagi kita untuk bisa menghafal. Semoga Allah melancarkan usaha kita dan memberikan balasan yang baik untuk setiap huruf yang kita hafal.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar