Mengapa Allah Menggunakan Kata Ganti Jamak “Kami”?


Qiroati Pusat – Sebagaian kaum muslimin mungkin ada yang bertanya mengapa pada beberapa ayat Al-Quran Allah menggunakan kata ganti jamak (نحن/nahnu) "kami", padahal Allah Maha Esa. Bagaimana penjelasannya?

Dalam bahasa Arab, penggunaan kata jamak untuk tunggal itu bermakna pengagungan dan Allah berhak dengan keagungan ini. Bukan artinya Allah atau tuhan itu banyak. Berbeda dengan bahasa Indonesia, penggunaan kata "kami" untuk tunggal bermakna merendah atau menghormati

Misalnya Pak RT ketika memegang jabatan, "Kami memegang amanah ini …"

Dalam kamus Arab Al-Mu'jam dijelaskan makna lafadz "kami" sebagai berikut:

Kata "kami" bisa digunakan untuk dua orang atau jamak untuk berbicara mewakili mereka. Terkadang juga (kami) disebutkan dalam bentuk tunggal untuk maksud pengagungan.

Demikian juga penjelasan dan fatwa ulama, dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah: Termasuk ungkapan dalam bahasa Arab yaitu seseorang "tunggal" menyebut dirinya dengan kata ganti jamak "kami" untuk pengagungan.

Bisa jadi maknanya mencakup jamak dari makna nama-nama Allah yang banyak (jamak). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, "Lafadz  jamak bermaksud pengagungan sesuai dengan keagungan Allah dan bisa juga menunjukkan makna nama-nama Allah."

Sangat tidak tepat mengatakan lafadz jamak ini bahwa Allah itu banyak dan berbilang, karena jelas bahwa Allah itu maha Esa.

Dan ilah-mu adalah ilah Yang Maha Esa; tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Dia Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. (Al Baqarah [2]:163)


[muslimafiyah.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar