Setelah Baca Al-Qur’an, Lalu Apa?


Qiroati Pusat – Suatu saat seorang imam shalat lail Ramadhan dari Madura yang ditugaskan di Masjid Depok tahun 2012 menyampaikan tausyiah tentang pentingnya Al Qur'an.

Imam shalat itu menerangkan tentang surat Al Baqarah ayat 121

لْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

"Orang-orang yang Kami datangkan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan, merekalah yang beriman kepadanya dan barang siapa mengingkarinya maka mereka termasuk orang-orang merugi." (QS: Al Baqarah : 121)

Seorang jamaah pengajian, bertanya pada saya, "Ustadz apa hukumnya ikut komunitas One Day One Juz (ODOJ)?"

"Bagus," begitu jawaban saya. Tapi lebih bagus lagi kalau ada waktu satu jam untuk membaca Al Qur'an maka sisihkan setengah atau seperempat jam untuk belajar ilmu-ilmu membaca Al Qur'an yaitu; tajwid, makhraj, sifat huruf dll agar sempurna bacaannya.

Sekarang banyak muncul kesadaran berquran dengan ODOJ, ada One Day Half Juz, One Week One Juz, Rumah Tahfidz, dll. Itu semuanya bagus dengan ilmu tajwid tentunya.

Dalam surat Al Baqarah ayat 121 di atas Allah menyampaikan pentingnya membaca Al Qur'an dengan sungguh membaca yaitu haqqa tilawatih (sebenar-benar tilawah).

Tanpa kata haqqa pun sudah menunjukkan sungguh-sungguh karena ada maf'ul mutlak yaitu tilawatih, apalagi ada kata haqqa. Artinya tingkatannya harus semakin sungguh sungguh dan serius.

Kita saja untuk menyampaikan sesuatu yang penting,  pasti ada penekanan intonasi atau menambah kata lain untuk menunjukkan serius.

Al Qur'an juga demikian, dengan haqqa artinya membaca Al Qur'an itu harus serius, tidak sederhana, tidak biasa bIasa saja, asal baca.

Kemudian Allah juga berfirman,

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا

"Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan." [QS: Al Muzammil : 4]

Kata وَرَتِّلِ adalah fiil amar, dan kaidah fiil amar adalah wajib. Wajib adalah yang melaksanakan mendapat pahala dan yang meninggalkan mendapat dosa.

Kemudian apa makna تَرْتِيلا?

Tartil adalah membaca sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu membaca al Quran yaitu tajwid, makhraj, sifat dan qira'ah.

Sehingga jangan pernah merasa cukup membaca Al Qur'an tapi tidak dengan tartil. Satu sisi memang sudah melaksanakan kewajiban membaca Al Qur'an tapi masih berdosa karena tidak dengan tartil.

Bagaimana kalau tidak usah membaca Al Qur'an karena belum bisa tajwid?  Maka dosanya dobel,  yaitu tidak membaca dan tak belajar tajwid.

Jangan beralasan sibuk, tidak ada waktu untuk belajar Al Qur'an. Seolah ada urusan lebih penting dari Al Qur'an atau seolah menganggap Allah tidak melihat, apa betul kita sibuk?

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyampaikan hadistnya

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al Qur`an, sesungguhnya Ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat bagi pembacanya." [HR. Muslim, dari Abu Umamah Al Bahili]

Rasulullah memilih kata sahabat itu sangat tepat. Sahabat itu lebih dari seorang teman. Kalau teman itu sekedar kenal nama, sambil lalu dan tidak mendalam.

Sahabat adalah teman istimewa, spesial dalam suka dan duka, sangat dekat dan akrab sekali. Sudahkah kita dekat dan akrab dengan Al Qur'an?

Sehingga di akherat nanti, saat mengaku bersahabat dengan Al Qur'an, maka diputarkan ulang video kita. Seolah Al Qur'an bertanya: Begitukah kau membacaku?  Dengan bacaan seperti itu, kau mengaku bersahabat dengan ku? Dengan bacaan itu, kau minta syafa'atku?

Perlu mujahadah, pengorbanan dan kesabaran untuk belajar Al Qur'an. Para hafidz dan imam imam besar juga demikIan.

Adalah Imam Syeikh As Sudais sampai sekarang masih menyetorkan bacaan kepada Syeikh Ali Khudaifi di Madinah setIap bulan. Dan beliau antri. Padahal beliau bisa saja memanggil Syeikh Ali Khudaifi ke Makkah dengan alasan tugas kerajaan. Tapi beliau menghormati ilmu dan gurunya.

Salah satu bukti keber-islam-an kita adalah juga mau ber-Qur'an. Dalam ber-Qur'an, tentu membacanya tidak sekedar asal membaca tapi ada ilmunya dan perlu latihan terus.

Hari ini kita sangat mudah mencari ustadz, guru sebagai tempat belajar, sudahkah minta waktunya, kesediannya?


[hidayatullah.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar