Kondisi Wajib Hafal Qur'an


Qiroati Pusat – Terdapat banyak dalil yang menganjurkan untuk menghafal al-Quran. Di antaranya, firman Allah,

"Sebenarnya, Al-Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu..." (QS. al-Ankabut: 49)

Allah menyebut, salah satu ciri orang yang berilmu (ulama) adalah menghafal al-Quran. Dan masih banyak dalil lainnya, yang menunjukkan keutamaan menghafal al-Quran.

Pertanyaannya, apakah menghafal al-Quran itu wajib?

Ada 2 kondisi menghafal al-Quran menjadi wajib.


Pertama, Menghafal al-Quran sebagai bagian dari tugas umat

Dalam arti, harus ada beberapa orang yang menghafal seluruh isi al-Quran. Sehingga menghafal al-Quran termasuk fardhu kifayah.

Imam Ibnu Baz mengatakan, "Menghafal al-Quran tidak wajib. Menghafal al-Quran hukumnya anjuran. Namun ini kewajiban, dimana harus dihafal oleh sebagian kaum muslimin."


Kedua, Menghafal al-Quran yang menjadi rukun dalam shalat

Itulah menghafal al-Quran yang menjadi tugas semua muslim. Karena mereka punya kewajiban melakukan shalat. Dan bagian al-Quran yang menjadi rukun shalat adalah al-Fatihah. Karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk menghafal al-Fatihah.

Syaikhul Islam mengatakan, "Wajib baginya untuk menghafal bagian dari al-Quran yang harus dibaca dalam shalat. Allahu a’lam." (Jami’ al-Masail li Syaikhil Islam, volume 9, hlm. 487).



[konsultasisyariah.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar