Membuat Jurnal Al Qur'an (Bagian 1)


Qiroati Pusat – Dalam buku Way to the Qur'an, Khurram Murad mengatakan, "Kalau Al Qur'an berlaku untuk selamanya, dan ditujukan pada Anda saat ini, berarti Anda harus menganggap setiap pesannya sebagai sesuatu yang sepenuhnya relevan dengan kehidupan dan persoalan Anda, baik itu nilai atau norma, pernyataan atau ilmu, karakter atau dialog, janji atau peringatan, perintah atau larangan."

Di sekolah-sekolah di luar negeri, siswa dibiasakan menulis jurnal untuk mengembangkan kemampuan menulis dan menjadi alat untuk mengembangkan diri. Menulis jurnal, semacam buku harian, bagi semua orang adalah salah satu cara untuk mengenali perasaan, mengidentifikasi perkembangan diri secara pribadi, dan mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap diri sendiri.

Tetapi, ada satu jenis jurnal yang jarang dibahas, yaitu jurnal Al Qur'an.

Apa Itu Jurnal Qur'an?

Dalam panduan Muslim Youth of North America (MYNA) yang diterbitkan pada 1992, secara implisit disebutkan, "Ada saat-saat dalam hidup Anda ketika membaca beberapa ayat dalam Al Qur'an, yang tampaknya sangat sesuai dengan pertanyaan atau persoalan yang Anda hadapi. Anda sudah membaca Al Qur'an berkali-kali sebelumnya, tetapi baru sekarang Anda menemui pengalaman hidup yang membuat Anda mengerti ayat-ayat tersebut.... Buatlah jurnal Al Qur'an tentang kejadian tersebut ketika ada ayat-ayat yang cocok dan sedang Anda alami."

Kenapa Harus Membuat Jurnal Qur'an?

1. Menghadirkan penghormatan terhadap Al Qur'an

Tak sedikit orang Islam sekarang ini yang ayat-ayat Al Qur'an tidak atau belum mengakar dalam hatinya. Mereka ini bisa jadi tidak merasakan ikatan istimewa dengan kitabullah seperti yang dirasakan sebagian lain dari orang-orang Islam. Keberadaan jurnal Al Qur'an bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ikatan yang lebih kuat terhadap Al Qur'an dengan mencatat reaksi yang kita dapat saat berinteraksi dengan Al Qur'an, khususnya bila kita tinggal di lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Qur'ani.


2. Membantu menyelami ayat-ayat Allah

Masalah yang sering dihadapi banyak muslim di masa sekarang adalah kurangnya konsentrasi. Dalam kultur saat ini yang serbacepat, duduk selama beberapa saat untuk membaca Al Qur'an pun sudah sangat berat. Bahkan selama membaca itu, ayat Al Qur'an tidak ada yang merasuk ke dalam hati. Jurnal Qur'an mungkin bisa membantu kita untuk lebih menyelami ayat-ayat Allah.


3. Jurnal Qur'an adalah tentang diri sendiri

Al Qur'an bukan sekadar buku yang dibaca dan dihafal, tetapi merupakan kitab panduan hidup. Itu berarti, semakin dalam kita memahaminya, dan semakin kita menjalinkan apa yang telah kita pelajari dari Al Qur'an dengan kehidupan sehari-hari, maka akan semakin baik kita memandang Al Qur'an sebagai pedoman hidup.

Kita akan bisa memandang Al Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kita saat ini. Pelajaran-pelajaran di dalamnya tidak hanya untuk orang yang hidup berabad-abad lalu, tetapi juga untuk kita saat ini, di mana pun kita berada.



[soundvision.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar