Membuat Jurnal Al Qur'an (Bagian 2–Habis)


Qiroati Pusat – Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas apa itu jurnal Qur'an dan mengapa kita perlu menulis jurnal Qur'an. Dalam bagian ini akan ada beberapa tips tentang bagaimana menerapkan dan menulis jurnal Al Qur'an.

Tips Seputar Jurnal Qur'an

1. Tanyakan pada diri sendiri: Kenapa saya melakukannya?

Bisa jadi alasannya karena ingin mencari ridha Allah, untuk menjadikan Al Qur'an benar-benar bagian dari hidup, atau untuk mempelajari bagaimana menggunakan Al Qur'an sebagai panduan hidup sehari-hari. Kalau niatnya untuk ketiga hal ini, insyaAllah Anda akan mendapatkan manfaat dan belajar dari pengalaman.


2. Ingat, ini bukan tafsir

Hal yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa jurnal Qur'an yang Anda buat ini BUKAN tafsir Qur'an. Jurnal ini hanyalah catatan pikiran Anda tentang berbagai kejadian yang terlintas saat Anda membaca Al Qur'an.

Selain itu, sangat disarankan agar Anda membaca tidak hanya terjemahannya, tetapi yang lebih baik adalah juga membuka tafsirnya. Tafsir dapat membantu karena akan memberikan gambaran tentang latar belakang dan konteks yang tepat mengenai apa yang dimaksud sebuah ayat Al Qur'an.


3. Mohon bimbingan Allah

Tugas kita adalah memahami dan mengamalkan Al Qur'an dan Islam secara umum, tetapi Allah-lah yang membimbing. Mintalah bimbingan, rahmat, dan ampunan-Nya.


4. Sediakan buku catatan khusus

Cukup sebuah buku catatan yang kecil dan rapi, atau membendel kertas sendiri. Yang jelas, catatan yang akan Anda buat jangan sampai berceceran atau tersebar ke mana-mana, melainkan terkumpul menjadi satu dengan rapi. Kalau Anda tipe orang yang kreatif, bisa juga dengan menyediakan buku dengan desain yang indah dan pulpen hias.


5. Sediakan waktu khusus untuk membaca Al Qur'an

Aktivitas pembelajaran perlu dilakukan secara teratur. Menentukan jadwal mungkin adalah cara terbaik untuk selalu berinteraksi dengan Al Qur'an. Sediakan saja beberapa menit setiap harinya yang Anda tahu bahwa pada waktu itu, Anda tidak mudah teralihkan. Misalnya, pagi-pagi sekali sebelum orang serumah terbangun, atau beberapa saat sebelum tidur. Atau bisa juga di siang hari, dengan mencari tempat yang jauh dari keramaian dan gangguan lain.


6. Pastikan Anda memahami makna sebenarnya dari ayat yang Anda baca

Di bagian inilah, tafsir Al Qur'an akan membantu. Anda akan lebih memahami dengan jelas, mengapa ayat ini turun dan dalam situasi seperti apa, juga apa artinya bagi umat Islam.


7. Ajukan pertanyaan pentingnya

Bagaimana ayat ini berkaitan dengan saya dan pengamalan saya?

Inilah alasan utama mengama kita menulis jurnal: untuk menjawab pertanyaan ini. Misalnya, suatu ayat berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan seorang ibu, yang akan membuat Anda merenung tentang kehamilan atau tentang menjadi ayah. Ayat-ayat tentang kehamilan bisa jadi akan membantu mengingatkan Anda tentang tanggung jawab saat Anda sedang jauh atau menghadapi masalah dengan ayah atau ibu Anda.


8. Catat perasaan, pikiran, dan sebagainya

Tak perlu menulis seperti sastra. Tulis saja dengan jujur apa yang Anda rasakan atau pikirkan. Mudahnya, Anda bisa memulai dengan, "Ayat ini mengingatkan saya ketika..." atau "Ayat ini membuat saya terpikir tentang...."


9. Hindari penggunaan nama

Cobalah hindari menuliskan nama seseorang secara spesifik. Tujuan membuat jurnal Qur'an adalah untuk membantu kita memahami Al Qur'an dan menjadi muslim seutuhnya. Kalau kita menyebut nama seseorang, bisa jadi ada yang tersinggung kalau jurnal tersebut terbaca orang lain, baik sengaja maupun tidak.


10. Diskusikan dengan seorang guru dan bangun pengetahuan

Biarkan pengalaman menulis jurnal Quran menjadi titik awal pemahaman Quran yang lebih dalam. Dengan kata lain, jangan berpikir bahwa jika sudah menulis di jurnal tentang serangkaian ayat atau topik, aktivitas selesai.

Ikuti berbagai kajian dengan ulama atau guru yang sering mengaitkan makna Al Qur'an dengan kehidupan sehari-hari, terlebih dengan konteks pribadi Anda.


11. Senantiasa melihat ke belakang

Sesekali, buka kembali catatan-catatan Anda. Bukan hanya untuk menjadi perjalanan mengenang masa lalu, tetapi juga untuk mengecek progress Anda sebagai seorang muslim dalam menerapkan ajaran Islam.

Misalnya, apakah biasanya Anda berbicara dengan nada marah, tetapi lama-lama menjadi lebih tenang? Atau, berapa kali Anda menuliskan perasaan sedih dan galau tanpa Anda sadari? Adakah pertanyaan-pertanyaan Anda tentang Islam yang masih Anda perlukan jawabannya?

Sadarilah pengamatan Anda ini. Di sinilah jurnal Qur'an tidak hanya membantu Anda berpikir tentang Islam, tetapi juga mengembangkan karanter Anda sebagai seorang muslim.




[soundvision.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar