Metode Menghafal Al Qur'an


Menghafal Qur'an adalah salah satu tugas kita untuk menjaga kemurnian kitab suci ini. Semangat menghafal Qur'an seringkali juga membuat kita bertanya-tanya, bagaimana metode yang tepat untuk menghafalkan Al Qur'an. Sebetulnya, ada banyak metode yang bisa digunakan, sesuai dengan kecocokan pada diri kita.

Berikut ada beberapa metode yang diambil dari akun Facebook "Ren" ini.

1. Menghafal

Setiap hari, jangan menghafal lebih dari lima ayat (meskipun kondisi kita mampu menghafal lebih dari itu) dan jangan pula menambah hafalan sebelum hafalan kita benar-benar sudah lancar di luar kepala.

Cara Menghafal : 
  • Hafalkan lima ayat tersebut dengan bacaan yang fashih, tartil dan dengan cara diansur selama tiga sampai dengan lima kali jalsah (jangan sekaligus dihafalkan dalam satu kali jalsah saja).
  • Upayakan letak huruf dan kalimat yang kita hafalkan sampai benar-benar melekat dan terukir di dalam hati. Dengan kata lain, ketika kita membacanya dengan hafalan (tidak melihat Mushaf), letak huruf dan kalimat tersebut seolah-olah bisa kita lihat.
  • Setelah itu kemudian baru musyafahah (ditashihkan di hadapan guru).

2. Takrar (mengulang-ulang) hafalan

Setiap hari, bacalah hafalan kita (jangan sampai tidak). Cara Takrar hafalan:
  • Baca hafalan kita dengan cara tidak melihat Mushaf, atau boleh dengan melihat Mushaf ketika memang kita ragu dengan hafalan kita.
  • Selama tiga hari sekali, kita harus sudah selesai membaca hafalan kita mulai dari hafalan yang pertama sampai dengan hafalan yang terakhir dengan komplit sampai benar-benar lancar.
    • Jadi, Semisal kita sudah hafal tiga juz, maka dalam setiap harinya kita harus membacanya satu juz.
    • Semisal kita sudah hafal enam juz, maka dalam setiap harinya kita harus membacanya dua juz.
    • Semisal kita sudah hafal dua belas juz, maka dalam setiap harinya kita harus membacanya empat juz.
    • Semisal kita sudah hafal lima belas juz, maka dalam setiap harinya kita harus membacanya lima juz.
    • Semisal kita sudah hafal 30 juz, maka dalam setiap harinya kita harus membacanya 10 juz.
  • Waktu takrar (mengulang-ulang) hafalan kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu.

3. Wirid harian

Wirid di bawah ini dibaca ketika hafalan kita sudah genap tiga puluh juz (sudah khatam) dan sudah lancar.

Pertama

  • Setiap hari, baca hafalan dengan cara tidak melihat Mushaf sebanyak 10 juz (kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu).
  • Baca Wirid ini selama satu sampai tiga tahun (tidak boleh putus).

Kedua

  • Setiap hari, baca hafalan dengan cara melihat Mushaf sebanyak 10 juz (kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu).
  • Setiap malam, baca hafalan di dalam shalat malam (tahajjud/witir) sebanyak tiga juz.
  • Baca Wirid ini selama tiga sampai lima tahun (tidak boleh putus).

Ketiga : 

  • Setiap hari, baca hafalan dengan cara melihat Mushaf sebanyak 5 juz atau seminggu khatam satu kali (kalau bisa dibagi setelah shalat lima waktu).
  • Setiap malam, baca hafalan di dalam shalat malam (tahajjud/witir) sebanyak tiga sampai sepuluh juz (tergantung kemampuan kita)
  • Baca Wirid ini sampai ajal menjemput.


Khatimah

Seorang Hamilul Qur'an harus mempunyai cita-cita seperti yang terkandung dalam dua ayat berikut ini.

1. Surah Shad: 29, yang artinya, "Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayat-Nya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."

2. Surah Ali Imran: 113, yang artinya, "Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang)."

Jika diringkas, maka target kita adalah membaca Al-Qur'an dengan hudlur, tadabbur dan cerdas dalam mengambil pitutur, serta memperbanyak bacaan Al-Qur'an di dalam shalat malam dengan istiqamah.

Di antara ulama besar yang sudah tercapai cita-citanya adalah Imam Syafi'i dan Imam Bukhari. Imam Syafi'i, setiap malam beliau selalu mengkhatamkan Al-Qur'an di dalam shalat malam sebanyak satu kali khataman. Sedangkan Imam Bukhari, setiap selesai shalat tarawih beliau selalu tidak kurang membaca sepertiga Al-Qur'an di dalam shalat malam. RadliyalLahu 'Anhuma Wa Ardlahuma Wa Hasyarana Fi Zumratihima. Amiin.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar