Jadikan Al Qur'an Nomor Satu dalam Segala Hal


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya (dengan mengedepankan kepentingan pribadi) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Hujurat : 1)

Qiroati Pusat – Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz rohimahullah, dalam setiap penyelenggaraan rapat kenegaraan, selalu mendahulukan Al-Qur'an. Bahkan di tengah rapatnya beliau break sekian menit, tidak lain karena alasan untuk tilawah Al Qur'an.

Suatu ketika ada peserta rapat yang mempertanyakan mengapa porsi waktu Al-Qur'an melebihi waktu rapat ? Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz menjawab, "Karena aku tidak ingin dinilai oleh Allah sebagai manusia yang jauh dari Al Qur'an." (QS. 25:30 )

Berkatalah Rasul, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan."

Kebiasaan dan tabiat Salafush Shalih ini juga menginspirasi Imam Hasan Al Banna pada gerakan dakwahnya dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai Panglima, motor penggerak seluruh agenda rapat pergerakannya sehingga hari-hari mereka dan rapat-rapat yang diadakan selalu dihiasi oleh Al Qur'an.

Dalam rapat atau pertemuan mereka biasa memberi porsi perhatian untuk Al-Qur'an lebih banyak daripada urusan yang lain. Sehingga satu sama lainnya saling menyimak dan memperdengarkan Al-Qur'an.

Allah itu hanya menghendaki manusia itu menjadi hambaNya yang shalih, yang mushlih, yang da'i dan yang konsisten dalam menegakkan Al-Qur'an, dimuka bumi ini.

Adapun urusan bagaimana merancang strategi mengalahkan lawan atau musuh adalah sudah dalam jaminan  Allah. Jangan sampai kita menghabiskan sebagaian besar waktu hanya untuk masalah ini (mengatur strategi), sementara menjauhkan diri dari Allah, yakni dengan menjauh dari wahyuNya

Maka persiapkanlah diri kita semua agar menjadi hamba-hambaNya yang layak mendapat jaminan dari Allah, bahwa Diri-Nya sendirilah yang akan menghadapi para pembuat makar terhadap AgamaNya (musuhNya).

Mari kita perhatikan firmanNya :

"Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, berilah mereka penangguhan sebentar." (QS. Al-Muzzammil 11)

Jadi jangan sampai kita sibuk menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membahas atau diskusi tentang berbagai macam permasalahan, sementara  pelit (sedikit waktu) yang diluangkan untuk Al Qur'an. Bahkan Al Qur'an hanya kita batasi dengan hitungan menit saja.

Mari kita renungi juga ayat berikut ini.

11. Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,
12. dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,
13. dan anak-anak yang selalu bersamanya,
14. dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
15. Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
16. Tidak bisa! Karena dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al Qur’an).
17. Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

(QS. Al-Muddatstsir: 11 - 17)

Perhatikan ayat-ayat di atas betapa pun orang kafir itu memiliki berbagai macam daya dukung hidup yang sangat banyak dan canggih, namun tetap saja kelemahan mereka adalah menjadi orang-orang yang jauh dan membangkang terhadap ayat-ayat Allah.

Sehingga Allah siap mengeksekusi sendiri terhadap manusia semacam itu. Karena itu, kita harus berupaya sekuat tenaga untuk menghindari kondisi tersebut.

Suatu pelajaran berharga serta teladan utama yang telah diberikan oleh Umar bin Abdul Aziz rohimahullah yang selalu mendudukkan Al Qur'an pada posisi yang mulia serta menjadikannya sebagai yang di nomor satu dalam setiap keadaan.




Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar