Kiat Tadabbur Al Qur'an dengan Optimal


Qiroati Pusat – Tadabbur adalah salah satu cara untuk memahami Al Qur'an. Kitab-kitab Tafsir yang kita kenal dan kita baca sekarang adalah hasil usaha yang optimal dari para ulama dalam mentadabburi dan memahami Aquran.

Tadabbur menurut bahasa berasal dari kata دبر yang berarti menghadap, kebalikan membelakangi. Tadabbur menurut ahli bahasa Arab adalah التفكر memikirkan. Maka, tadabbur bisa berarti memikirkan akibat dari sesuatu atau memikirkan maksud akhir dari sesuatu. Sedangkan, tadabbur menurut istilah adalah "penelaahan universal yang bisa mengantarkan kepada pemahaman optimal dari maksud suatu perkataan".

Namun, tadabbur itu sendiri terikat dengan mengamalkannya, karena para Salafushshalih mengartikan tadabbur dan tilawah yang sungguh-sungguh (Q.S. Al Baqarah: 121) dengan mengamalkannya. Jadi, pengertian tadabbur adalah, "Usaha memahami ayat-ayat Al Qur'an yang sedang dibaca atau didengar dengan disertai kekhusyukan hati dan anggota badan serta dibuktikan dengan mengamalkannya."

Untuk berinteraksi dengan Al Qur'an dan melakukan tadabur yang optimal membutuhkan kiat-kiat sebagai berikut:


1. Memperhatikan Adab atau Sopan-santun dalam Tilawah

Supaya tilawah Al Qur'an memberikan manfaat dan buah serta menghasilkan dampak positif dan istiqamah, perlu diperhatikan adab dan sopan santun ketika membaca Al Qur'an antara lain:

  • حسـن النيـة (motivasi yang baik), keihklasan, totalitas hanya untuk mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • الاستعاذة والبسـملة (dimulai dengan Isti"adzah dan Basmalah) karena hal tersebut diperintahkan oleh Allah (Q.S. An Nahl: 98).
  • الطهـارة (kesucian) hati dan jasad, suci lahir dan batin.. Bahkan dianjurkan membaca Al qur'an itu dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil.
  • تـفـريغ النفـس عن شـواغلـها (tidak disibukan dengan selain Al Qur'an).
  • حصـر الفـكـر مع القـرءان (konsentrasi penuh dengan Al Qur'an)
  • اختـيار الأوقـات والأمـاكن المـنـاسبـة (memilih waktu dan tempat yang cocok).



2. Memperhatikan cara-cara Talaqqi (menerima pelajaran)

  • التـلقي بالقلب الخاشـع (menerimanya dengan hati yang khusyuk).
  • التـلقي بالـتـعظيـم (menerimanya dengan rasa takzim) seperti halnya seorang prajurit mendapatkan perintah dari komandannya atau seorang hamba sahaya mendapat perintah dari majikannya.
  • التـلـقي للتـنـفيـذ (menerimanya untuk dilaksanakan).



3. Memperhatikan Tujuan Pokok dari Al Qur'an

Ketika mentadabburi Al Qur'an, hendaknya terhujam dalam benak kita tujuan pokok dan essensi diturunkannya Al qur'an, yang antara lain:

  • Petunjuk jalan menuju kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. bagi setiap individu ataupun bagi seluruh ummat manusia.
  • Merealisasikan pembentukan pribadi muslim yang sempurna dan yang seimbang.
  • Merealisasikan masyarakat Islam berwawasan Al Qur'an.
  • Membimbing ummat dalam pergumulannya dengan situasi jahili yang berada di sekelilingnya.



4. Mengikuti Jejak Langkah Para Sahabat dalam Berinteraksi dengan Al Qur'an

  • Pandangan yang universal terhadap Al Qur'an.
  • Melepaskan segala bentuk prasangka sebelum masuk berinteraksi dengan Al Qur'an.
  • Penuh keyakinan akan benarnya nash-nash Aquran.
  • Merasakan bahwa ayat yang dibaca atau didengar adalah ditujukan kepadanya.



5. Berusaha Hidup dalam Ruh Al Qur'an

  • Tidak bertele-tele dalam memahaminya.
  • Menjauhkan cerita-cerita Israiliyyat.
  • Melepaskan nash-nash Al Qur'an dari keterikatan dengan tempat dan waktu.






[hasanalbanna.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar