Profil Beberapa Qari' Ternama (Bagian 2)


Qiroati Pusat – Di antara cara untuk semakin mendekatkan diri pada Al Qur'an adalah dengan mendengarkan bacaannya. Kadang-kadang untuk mengisi waktu senggang, atau sembari melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan fokus telinga, mendengarkan murattal dapat mengisi jiwa kita sehingga tidak kosong. Selain itu, mendengarkan murattal juga bisa membantu kita menghafal ayat-ayat Al Qur'an.

Ada banyak sekali qari' yang memiliki nada bacaan yang berbeda-beda, namun tetap dengan tajwid dan cara baca yang benar dan tepat. Soal nada, termasuk kecepatan bacaan, itu memang tergantung selera. Dalam artikel ini, kami merangkum profil beberapa qari' yang bisa Anda pilih untuk dengarkan murattal-nya, dari berbagai sumber.

4. Syaikh Asy Syuraim

Beliau adalah Su'ud bin Ibrahim bin Muhammad Alu Syuraim dari Qohthan, sebuah kabilah yang berada di kota Syaqraa’ di daerah Najed, Saudi Arabia. Beliau dilahirkan di kota Riyadh pada tahun 1386 H.

Beliau belajar di Madrasah ‘Urain ketika di tingkat ibtidaiyah, dan tingkat mutawasithah di Madrasah An-Namudzajiyah, kemudian tingkat tsanawiyah di ‘Al-Yarmuk asy-Syamilah, dan selesai dari Madrasah tersebut tahun 1404 H. kemudian melanjutkan di kuliah Ushuluddin di Universitas Muhammad Ibnu Su’ud Al-Islamiyah di Riyadh jurusan Aqidah dan al-Madzhab al-Mu’shirah, selesai tahun 1409 H. kemudian beliau melanjutkan ke tingkat Megester tahun 1410 H. di Ma’had al-Ali lilQadha’ selesai tahun 1413 H.


5. Syaikh Abdul Bashith Abdus Somad

Syaikh Abdul Bashith lahir di kota Armant, sebuah kota di sebelah selatan Mesir. Orang tua beliau Muhammad Abdush Shamad dan juga kakeknya Abdush Shamad merupakan orang yang juga dikenal sebagai haifz quran dan mahir dalam membaca Al Quran. Otomatis beliau sejak dini sudah diperkenalkan dan diasuh dalam lingkungan keluarga yang senantiasa membaca dan mencintai Al Quran.

Langkah awal Syaikh Abdul Bashith dalam memperkenalkan kemahirannya dalam membaca Al Quran terjadi pada sekitar tahun 1950-an. Beliau sempat membaca murotal Al quran selama beberapa menit, namun mendapatkan reaksi positif dari masyarakat yang mendengarkannya. Banyak yang menyukai dan meminta beliau untuk meneruskan bacaan qurannya hingga lebih dari satu jam. Suaranya yang merdu dan indah serta tajwidnya yang baik membuatnya disukai oleh pendengar lantunan bacaan qurannya.


6. Fatih Seferagic

Fatih Seferagic mulai belajar menghafal Al-Quran sejak usianya masih sembilan tahun. Dia belajar di Islamic Society of Baltimore, Maryland, di bawah asuhan Syaikh Qari Zahid dan Qari Abid. Belajar ilmu agama selama tiga tahun di sana, akhirnya Fatih berhasil menghafal seluruh ayat Al Quran.

Sudah mampu menghafal Al-Quran pada usia yang sangat muda, yakni 12 tahun, tidak membuat Fatih Seferagic puas dengan pencapaiannya. Fatih masih melanjutkan belajar ilmu agama dengan menghafal hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2010, dia masuk ke Bayyinah Dream Program untuk belajar bahasa Arab.

Fatih Seferagic tak hanya pandai dalam ilmu agama, namun juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Fatih juga aktif mengikuti sejumlah organisasi. Dia menjadi ketua Remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas. Tak hanya itu, Fatih juga bergabung sebagai penulis dalam situs Islam yang membahas permasalahan remaja, Muslim Youth Musing.


...bersambung...
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar