Al Qur'an Digital


Qiroati Pusat – "Pertama, buka Play Store, yang ada gambar tas itu lho, Bu, kemudian di tulisan search ketik qur'an android, setelah itu pilih yang ada gambar Al Qur'an hitam berbingkai tinta emas, klik, dan pasang," demikian kujelaskan cara men-download Qur'an cetakan madinah di handphone ummahat yang siang ini bersemangat sekali hadir dalam halaqah Qur'an.

Wajah mereka tampak sumringah dan senang setelah tahu ternyata, di handphone-nya bisa juga untuk ngaji Qur'an. Cetakan internasional lagi. Dan lebih senang lagi setelah tahu jika tidak hanya bisa nampak tulisan, namun setelah diklik bisa muncul suara qari' pilihan yang diinginkan.

"Wah, Bu, ini gratis ya?" tanya mereka sekali lagi.

"Hehe ya itu dia, Bu, untuk bisa download suara, yaa ngurangin kuota, selain itu harus shabar satu persatu halaman, tidak bisa langsung satu Al Qur'an," jawabku dengan sedikit tawa, agar tidak bikin terlalu membuat kecewa.

Begitulah teknologi memang memudahkan, jika di gunakan dengan tepat dan berilmu. Meskipun tidak semaksimal jika memakai mushaf biasa, setidaknya Al Qur'an digital bisa meminimalisir alasan untuk kita muslim yang hidup di zaman kekinian dan katanya tanpa batas ini.

Bagaimana tidak, saya tidak sempat baca Qur'an soalnya mushafnya kegedean kalau dibawa ke mana-mana. Atau saya tidak sempat baca Qur'an karena mushaf ketinggalan di rumah dan lupa naruh di mana. Saya tidak sempat baca Qur'an karena Qur'an di rumah cuma satu itupun harus bergiliran sama ketiga anakku. Saya tidak sempat baca Qur'an karena lupa terakhir bacaan lupa sampai di mana (saking lamanya tidak menyentuh mushaf, mungkin, ya? Duh!) .

Padahal sekeluarga semuanya punya alat yang bisa men-download Qur'an itu, kan? Setidaknya jika belum bisa, baca Qur'an dengan benar, bisa sambil mendengar qari' pilihan yang di-download tadi. Qur'an berbasis Android juga memuat cara menandai sampai batas mana yang telah dibaca, dengan mengeklik "bookmark", maka jika nanti kemudian akan membaca kembali tinggal buka di bookmark sampai halaman berapa.

Al Qur'an itu senjata yang ampuh (mukjizat) ketika yang menggunakan adalah orang yang tepat (mengilmuinya), meski baru tahapan dalam membaca yang benar (tahsin) apalagi jika sudah sampai bisa memahami dan menafsirkan serta mengamalkan isinya. Ibarat pedang ketika di pegang oleh pendekar tangguh maka akan bisa menebas musuh, atau dipegang oleh tukang jagal maka bisa untuk menyembelih sapi. Namun jika pedang tajam dipegang oleh anak kecil, bisa jadi hanya bisa untuk memotong tempe.


Jangan sampai kita mengaku muslim, namun kalah pintar dalam membaca Al Qur'an dibanding smartphone buatan orang nonmuslim. Padahal kita diberi akal untuk berpikir dan mencari tahu, jika tidak sekarang ketika sehat dan bisa melangkah ke majelis ilmu kapan lagi?





(dari akun Facebook Anindya Sugiyarto Binti Sugiyarto)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar