Menjadikan Qur'an sebagai Guru Spiritual


Qiroati Pusat – Salah satu indikator kesuksesan kita sebagai seorang mukmin dan juga sebagai seorang yang berusaha menjadi penghafal Al Quran adalah saat kita mampu menjadikan Al Quran sebagai murabbi dalam kehidupan kita.

Hubungan kita bisa disebut sukses saat kita sibuk menjadi yang terbaik dimata Allah.

Kita sibuk berusaha menjadi sosok yang dikenal di kalangan penduduk langit, bukan sibuk mencari perhatian manusia dan sesama hamba Allah lainnya.

Adapun bentuk-bentuk ikhtiar basyari, seperti Ujian Hafalan, Musaabaqoh, dan yang semacamnya hanyalah penilaian di sisi manusia, sesama hamba Allah.

Jikalau ada yang namanya Wisuda Hafalan, misalnya, itu bisa kita ibaratkan bagaikan sebuah "walimah" saat Dua Insan bertemu. Tentu yang yang terpenting adalah bagaimana menjalani kehidupan setelahnya.

Maka sikapilah momen-momen itu dengan penyikapan yang positif, kita niatkan untuk menguatkan murojaah, juga sebagai sarana untuk mengokohkan ayat-ayat agar tersimpan di dada kita.

Dan harus difahami bahwa momen itu bukanlah kesuksesan yang sesungguhnya. Yang lebih penting adalah aksi-aksi setelahnya.

Saat kita menjadikan Al Quran sebagai murabbi itu artinya kita menjadikan Al Quran sebagai "guru spiritual" dalam hidupnya.

Itu artinya kita siap ditarbiyah, dibina, dan dididik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, oleh Al Quran. Allah berfirman :

"...Jadilah kamu hamba-hamba Allah Yang Rabbani, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya." (Ali Imran : 79)

Kesiapan kita untuk terus hidup dalam nuansa tarbiyatul qur'an hingga akhir hayat, inilah sesungguhnya kesuksesan yang hakiki.

Saat hidup kita senantiasa dalam nuansa mujahadah untuk merealisasikan berbagai nilai-nilai qur'ani dalam kehidupan, inilah sesungguhnya kesuksesan yang hakiki.

Semoga Allah menguatkan hati kita semua untuk senantiasa siap menjadikan Al Quran sebagai murabbi dalam kehidupan kita, sehingga akhirnya tarbiyatul qur'an itu akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang layak menjadi penghuni surga-Nya.





(Diringkas oleh O.A. Qurrota A'yun dari taujih penutup MQAN 8 Yogyakarta oleh KH. Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc.)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar