Sifat-Sifat Istri Salihah Menurut Al Qur’an


Qiroati Pusat – Memiliki istri yang salihah adalah harapan setiap lelaki muslim. Kira-kira apa saja sifat istri salihah menurut Al Qur’an?

Allah swt berfirman, "Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan Memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda, dan yang perawan." (QS.at-Tahrim:5)

Sifat-Sifat Istri Salihah menurut Al Qur'an


1. Seorang muslim (مُسْلِمَاتٍ)

Sifat pertama dan yang terpenting adalah memilih Islam sebagai agamanya. Karena agama seseorang sangat memperngaruhi kehidupannya dan kehidupan keluarga serta anak-anaknya nanti.


2. Beriman (مُؤْمِنَاتٍ)

Memiliki keimanan dan keyakinan yang dalam dan kuat.


3. Taat (قَانِتَاتٍ)

Memiliki sifat tawadhu' dan taat kepada suaminya.


4. Bertaubat (تَائِبَاتٍ)

Selalu bertaubat dan kembali kepada Allah. Dan ketika melakukan suatu kesalahan yang melanggar hak suaminya, ia segera meminta maaf.


5. Beribadah (عَابِدَاتٍ)

Dengan rajin beribadah maka seorang istri akan dibersihkan hatinya oleh Allah swt. Hati yang bersih akan memberikan pengaruh yang besar dalam keharmonisan rumah tangga.


6. Berpuasa (سَائِحَاتٍ)

Seorang ahli tafsir menyebutkan bahwa makna berpuasa dalam ayat ini adalah taat kepada Allah dan menjauhi larangannya.


Dan yang menarik dari ayat di atas, masalah gadis ataupun janda bukanlah menjadi pertanda wanita salihah. Karena itu keduanya disebutkan pada akhir ayat tersebut, "yang janda dan yang perawan."

Namun dalam ayat lainnya, Allah meringkas sifat-sifat istri salihah hanya dalam dua sifat. Allah berfirman, "Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)." (QS.an-Nisa':34)

Dua sifat ini telah mencakup sifat-sifat wanita slihah yang lain.

Sifat pertama adalah قَانِتَاتٌ yakni beribadah, tawadhu' dan menunaikan semua hak-hak Allah dan kewajiban yang telah diwajibkan atasnya.

Sifat kedua adalah حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ yakni menjaga hukum-hukum Allah dan hak-hak suami. Juga menjaga kehormatan diri dan kehormatan suaminya ketika sang suami ada atau tidak ada bersamanya. Mungkin seorang wanita bisa menjaga dirinya dihadapan suami tapi belum tentu ia mampu menjaga diri ketika suami sedang jauh darinya.

Karena itu dua sifat ini dapat merangkum seluruh sifat-sifat istri salihah yaitu seorang istri yang menjaga hak-hak Allah dan menjaga kehormatan dirinya didepan khalayak ataupun disaat sendiri.

Semoga istri-istri kita tergolong sebagai istri yang salihah dan yang belum memiliki pendamping akan segera dipertemukan istri yang salihah oleh Allah swt.




[khazanahalquran.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar