Definisi Alquran


Qiroati Pusat – Syekh Muhammad Abdullah Darraz, guru besar Ilmu Tafsir pada Univeritas Al-Azhar, Kairo dalam karyanya.  An-Naba' al-Azhim. Kitab yang dikarang tokoh kelahiran Deyai, Provinis Kafr El Syekh, Mesir, 8 November 1894, itu merupakan hasil kumpulan materi kuliah yang disampaikannya kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu Tafsir Univeristas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Syekh Darraz membagi kitabnya menjadi dua topik utama. Pertama, uraian yang membahas tentang pembatasan definisi Alquran dan perbedaannya dengan segala perkataan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, baik berupa wahyu yang diutarakan lewat hadis qudsi maupun sabda Rasulullah dalam hadis biasa. Kedua, mengupas tentang sumber dan asal-muasal diturunkannya Alquran.

Pada bagian pertama, setelah memaparkan definisi Alquran menurut pengertian bahasa, tokoh yang pernah terlibat dalam revolusi Mesir itu menggarisbawahi satu poin penting bahwasanya definisi yang berlaku dalam ilmu mantik tidak bisa membatasi secara tegas pengertian kata Alquran.

Menurut dia, definisi yang diberikan oleh para ulama pada dasarnya hanya bermaksud membedakan dan memberikan identitas yang jelas terhadap Alquran. Hal ini juga untuk menghindari kesalahpahaman dan kesimpangsiuran dengan jenis wahyu lainnya. Hadis qudsi, misalnya.

Maka, jika muncul desakan tentang Alquran dengan istilah-istilah ilmu mantik, definisi Alquran yang paling sederhana dan mudah adalah wahyu yang dibaca dan terangkum sejak awal surah al-Fatihah dan ditutup dengan surah an-Naas.



[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar