Agar Hafalan tetap Terpelihara


Qiroati Pusat – Bagian yang tersulit bukanlah menghafal Alquran bukanlah menghafal itu sendiri, melainkan menjaga agar hafalan bisa terpelihara sepanjang masa. Banyak orang yang mampu menghafal dengan baik, tapi tidak mampu menjaga hafalan sampai akhir hayat. Padahal, orang yang lupa terhadap ayat yang pernah dihafal, adalah sebuah kemaksiatan.

Dalam kerangka inilah takrir atau mengulang-ulang hafalan sangan penting peranannya. Takrir merupakan keharusan bagi para penghafal. Dalam proses menghafal, harus ada keseimbangan antara menambah hafalan dan mengulang-ulangnya. Bahkan, sekalipun sudah berhasil menghafalkan 30 juz, takrir tetap merupakan keniscayaan. Sebab menurut penulis buku ini, puncak kenikmartan menghafal Alquran adalah pada saat mengulang atau istiqamah dalam menjaga hafalan (hal. 257)

Selain dengan takrir, cara terbaik untuk mmelihara hafalan Alquran adalah dengan tafsir dan tathbiq. Dengan berusaha menguasai tafsir suatu ayat, maka tidak mudah bagi kita untuk lupa. Selain itu, penghafal arus senantiasa menyempatkan diri untuk menyediakan waktu untuk membaca Alquran. Dengan senantiasa melakukan tathbiq ini, seseorang terus dapat membaca dan mengingat bacaan yang telah dihafal.



[eramadina.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar