Berdosakah Bila Tidak Bisa Baca Qur'an?


Qiroati Pusat – Apakah engkau jago bahasa Inggris, hafal huruf Korea, melek gadget, tetapi tidak bisa baca Al Qur'an?

Sebetulnya tak perlu ditanyakan, apakah berdosa jika kita tidak bisa membaca Al Qur'an. Memangnya tidak malu menanyakan itu, bahwa kita tidak bisa baca Qur'an? Minimal itu dulu, malu hati karena menjadikan kalam Allah sebagai sesuatu yang dicuekin.

Rasul berkata, "Ya Rab-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang diabaikan." (QS. al-Furqan: 30)

Malu sekali kalau kita menjadi salah seorang yang dimaksudkan Rasulullah pada ayat tersebut.

Banyak orang yang buta tetapi tetap bisa membaca Qur'an dengan mempelajari Qur'an braille, ada juga orang yang berkebutuhan khusus lainnya, namun bisa menghafal ayat Qur'an dengan baik, Lantas, kita yang mendapat banyak nikmat dari Allah berupa badan sehat, otak normal, suara bagus, punya alasan apakah untuk tidak mempelajari Qur'an dan mahir membacanya?

Ini dia, beberapa sikap dan perilaku yang dapat dikategorikan sebagai mengabaikan dan meninggalkan al-Quran, jangan sampai kita melakukannya.


(1) Menolak untuk mengimani dan membenarkannya.

Disuruh menjauhi zina, malah berzina. Dilarang minum yang memabukkan, malah diminum. Dilarang pilih memimpin kafir, malah tidak yakin. Ini beberapa contoh pengabaian terhadap Qur'an.


(2) Tidak mau mendengarkan dan membacanya.

Suka mendengarkan musik, suka mendengarkan ocehan omong kosong sebagian penyiar radio, tetapi kalau ada suara tilawah Qur'an langsung tutup telinga dan pergi menjauh. Rajin membaca novel, tulisan-tulisan di media sosial, tetapi malas baca Qur'an? Ini indikasi bahwa kita sudah mengabaikan Qur'an. Na'udzubillah.


(3) Tidak berusaha men-tadabbur-i, mengkaji, dan memahami kandungannya.

Setiap hari membaca Qur'an, tetapi ogah mempelajarinya, enggan repot-repot memahami kandungan artinya, malas mengaji untuk mengkaji ayat-ayat-Nya? Astaghfirullah!


(4) Tidak mau mengamalkan isinya, termasuk enggan menerapkan hukum-hukumnya; baik dalam kehidupan individu, masyarakat, maupun negara.

Al Qur'an bukan cuma untuk dibaca, tetapi juga diamalkan dalam perbuatan. Saat Qur'an memerintahkan kita berhijab, jangan banyak alasan untuk menolaknya. Saat Qur'an melarang kita memilih pemimpin kafir, tak usah dipertanyakan begini begitunya, sami'na wa atho'na--kami dengar dan kami taati... harusnya begitulah sikap kita terhadap ayat Allah.

Jadi, masih bertanya juga, apakah kalau tidak bisa baca Qur'an maka berdosa atau tidak? Yang jelas, rugi kalau kita tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari Qur'an.



[annida-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar