Belajar dari Doa Nabi Ibrahim


Qiroati Pusat – Berdoa merupakan bentuk rasa syukur atas segala hal yang dirasakan ataupun didapatkan sekaligus permohonan harapan yang diinginkan serta permohonan pengampuan atas apa yang dilakukan. Dalam Al Qur’an Surat Ibrahim tercantum doa-doa Nabi Ibrahim ‘alaihisalam yang sangat luar biasa. Karena hal itu pula surat tersebut disebut Surat Ibrahim. Kita dapat belajar banyak hal dari Surat Ibrahim yakni doa-doa yang tercantum didalamnya, salah satunya ada pada ayat 37.

Di dalam Al Qur’an Surat Ibrahim ayat 37, yang artinya “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)

Pada surat tersebut yakni yang merupakan doa Nabi Ibrahim ‘Alaihisalam, menunjukkan bahwa doa ini merupakan doa yang dipanjatkan sesudah doa pertama yang telah Nabi Ibrahim ‘Alaihisalam ucapkan ketika pergi meninggalkan hajar dan putranya yakni Nabi Ismail, serta saat itu Baitullah belum dibangun. Sementara doa di dalam ayat 37 adalah doa kedua Nabi Ibrahim ‘Alaihisalam yang dipanjatkannya sesudah dibangunnya Baitullah. Doa ini juga sebagai bentuk pengukuhan dan ungkapan keinginan Nabi Ibrahim ‘Alaihisalam yang sangat akan ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Selain itu, pada bagian ayat 37 yang artinya, “Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat” Menurut Ibnu Jarir, bagian ayat ini berkaitan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala, "al-muharram" yang dengan kata lain, sesungguhnya saya menjadikannya sebagai tanah yang haram (suci) agar penduduknya dapat mendirikan salat di dekatnya.

Selanjutnya juga dijelaskan pada bagian ayat 37 lainnya, yang artinya “maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka” menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan yang lainnya mengatakan bahwa seandainya Nabi Ibrahim Alaihisalam dalam doanya mengatakan, "Af-idatan nasi," yakni tanpa min, dan artinya 'hati seluruh umat manusia', maka tentulah orang-orang Romawi, Persia, Yahudi, Nasrani dan manusia lainnya akan berdesak-desakan memenuhinya. Tetapi Nabi Ibrahim Alaihisalam mengatakan, "Minan nas," yang berarti sebagian manusia. Maka, dengan begitu hal ini khusus bagi kaum muslim saja.

Lalu, pada bagian akhir Surat Ibrahim ayat 37 tersebut, yang artinya “dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan,” maksud dari bagian ayat tersebut adalah agar hal tersebut (rezeki/makanan buah-buahan) dapat dijadikan sebagai pembantu (pendorong) bagi mereka untuk mengerjakan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingat karena Mekah adalah lembah yang tidak memiliki tumbuh-tumbuhan, maka dimohonkan agar mereka memperoleh buah-buahan untuk dimakan.

Pada bagian akhir ayat tersebut Allah Subhanahu Wata’ala mengabulkan do,a Nabi Ibrahim Alaihisalam sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Qashash ayat 57, yang artinya, “Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagi kalian), dari sisi Kami?” ayat ini merupakan bentuk kebaikan, kemuliaan, berkah dan rahmat dari Allah Subhanahu Wata’ala.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar