Belajar dari Kegagalan Qarun


Qiroati Pusat – Qarun hidup di zaman Musa Alaihissalam. Kisah hidupnya diabadikan Al-Quran dalam surah Al-Qashash [28] ayat 76-82. Dikaruniakan kepadanya perbendaharaan harta yang banyak, hingga digambarkan kunci-kuncinya saja teramat berat dipikul bahkan oleh orang-orang kuat. Namun, Qarun gagal menyikapi kekayaannya yang berlimpah itu hingga menjadi manusia sombong dan penuh aniaya, hingga binasa. Dr. Abdul Karim Zaidan dalam bukunya,  Al-Mustafaad min Qashashil Qur’aan, menyebutkan beberapa hikmah penting yang patut kita ambil sebagai pelajaran dari kisah Qarun ini.


1. Kekayaan dan kemiskinan bukanlah pertanda ridha atau murkanya Allah

Bukan pula ukuran mulia atau hinanya seorang hamba. Rezeki diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tak hanya kepada hamba-Nya yang beriman, tapi juga untuk mereka yang kufur. Dikaruniakan kepada yang taat, juga bagi yang bermaksiat. Sebab bagi Allah, dunia dan seisinya ini sama sekali tak berharga walau sehelai sayap seekor lalat sekalipun. Sungguh Allah mencela orang yang kala diberi karunia mengatakan, "Tuhanku telah memuliakanku," dan saat disempitkan rezeki mengeluh, "Tuhanku menghinakanku." Ayat ke 15 dan 16 Surah Al-Fajr ini mencela rusaknya pola pikir kebanyakan insan − beragama − yang menjadikan kekayaan sebagai tolak ukur kemuliaan.


2. Harta berpotensi menjerumuskan pemiliknya ke dalam perbuatan aniaya dan sombong

Sebab sesungguhnya harta adalah fitnah (ujian), semakin bertambah hartanya semakin besar pula ujiannya. Di antara bentuk fitnah harta adalah menjerumuskan pemiliknya ke dalam sifat bakhil dengan tidak mau mengeluarkan hak Allah yang ada padanya, bersikap zhalim dan larut dalam gaya hidup berlebihan. "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (cobaan) bagimu, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS At-Taghabun [64]:15)


3. Terobsesi pada perhiasan dan kesenangan dunia adalah pintu malapetaka

Banyak yang tergiur melihat kekayaan Qarun dan berharap nasibnya bisa seberuntung Qarun hingga kemudian diingatkan oleh orang-orang beriman lagi bersyukur, "Kecelakaan bagi kalian, sesungguhnya balasan Allah itu lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal shalih."

Kecintaan pada dunia telah melupakan manusia dari pahala akhirat, merasa kecil dengan apa yang ada pada diri mereka berupa iman, serta menganggap besar apa yang ada pada ahli dunia. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Melihat kepada perhiasan dunia dengan penuh kecintaan dan pengagungan terhadapnya serta orang-orang yang memiliki harta benda, dilarang dalam agama." "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal." (QS Thaha [20]:131)


4. Orang beriman tak hanya diam, tapi menasihati dan mengingatkan saudaranya

Orang-orang mukmin yang shalih dari kaum Qarun menasihatinya, "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-Qashash [28]:76-77)


5. Cara pandang yang benar terhadap kemewahan dunia dan perhiasannya adalah dengan nilai-nilai keimanan, mengharap apa yang ada di sisi Allah serta membandingkannya dengan pahala akhirat

"Sedang kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (Al-A’la [87]:17). Sehingga perhiasan dunia ini menjadi kecil dan tak menyilaukan kita. Tak terpedaya dengan gelimang kemewahan dunia, hingga tetap berada di jalan yang diridhai Allah Swt.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar