Akibat Mengabaikan Al-Qur’an


Qiroati Pusat – Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, sikap mengabaikan Al Qur’an ada beberapa macam.

Pertama, mengabaikan Al Qur’an dengan tidak mendengarkannya dan tidak mengimani serta memerhatikannya.

Kedua, mengabaikan hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan tidak berhukum dan mengambil keputusan darinya tentang masalah-masalah agama, baik pokok maupun cabang-cabangnya, serta tidak menyakini bahwa Al-Qur’an dapat dipercaya dan menyakini bahwa dalil-dalil di dalamnya adalah lafal biasa yang tidak ilmiah.

Ketiga, tidak mentadabburi Al-Qur’an serta mempelajari dan mencari tahu keinginan Rabb yang berfirman dalam Al-Qur’an.

Keempat, tidak meminta syafa’at serta tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai penyembuh untuk semua penyakit hati. Lalu meminta kesembuhan dari penyakit selain Al-Qur’an. Semua ini terkandung dalam firman Allah,

“Dan Rasul (Muhammad) berkata,”Ya Tuhanku,sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang diabaikan.”(Al-Furqan : 30)

Selain itu terkadang seseorang merasa dadanya terhimpit ketika mengabaikan Al-Qur’an. Karena, mereka meragukan bahwa Allahlah yang menurunkan Al-Qur’an serta meragukan kebenarannya di sisi Allah. Juga, ketidakpercayaan mereka kepada pembawa Al-Qur’an , Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. Atau bisa juga karena mereka percaya bahwa Al-Qur’an merupakan makhluk Allah SWT. Mereka berpikir bahwa Al-Qur’an bukan merupakan kalam Ilahi.

Terkadang juga kesesatan itu terjadi karena adanya ketidaksempurnaan ilmu yang dimiliki oleh hamba Allah, sehingga mereka merasa memerlukan ilmu lain selain Al-Qur’an. Terkadang, ketidaksempurnaan ilmu itu terwujud dalam kurangnya pengetahuan mereka tentang apa yang dimaksud dari suatu dalil serta maksud dari dikeluarkannya dalil tersebut. Terkadang kesesakan mereka juga terjadi karena keraguan mereka akan maksud yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Semua perasaan itu timbul akibat ketidakpuasaan kepada Al-Qur’an. Mereka menyadari bahwa di dalam jiwa mereka terdapat perasaan seperti itu. Jika engkau menemui ahli bid’ah, maka kau akan mendapati bahwa dirinya merasakan sesak dan sempit hidupnya karena Al-Qur’an. Hal itulah yang menghalanginya dari kebenaran Al-Qur’an. Renungkanlah hal ini.



[isykarima.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar