Balita Mudah Jenuh saat Belajar Baca Qur’an? Ini Solusinya


Qiroati Pusat – Anak-anak mudah jenuh. Tidak hanya saat belajar, saat bermain pun sama. Namun kita tentu tidak ingin balita kita mudah jenuh saat diajari baca Qur’an. Misalkan dia masih baca satu halaman jilid saja, sudah minta berhenti. Atau saat kita mencontohkan cara membaca suatu kata, dia bilang “Udah Ma, udah Ma, adek udah tau. Sekarang pindah halaman ya.” Padahal menurut kita, si balita belum benar melafalkannya.

Ini dia tips menghadapi balita yang mudah jenuh saat belajar Qur’an.

1. Berikan apersepsi yang menarik

Berlakulah seperti guru PAUD. Sapa balita kita dengan wajah ceria, meski dalam kondisi lelah. Berikan cerita motivasi tentang anak-anak penghafal Qur’an, atau bisa juga kisah sahabat Rasul. Dengan menyanyi bersama dulu juga bisa. Giring balita agar tertarik dengan pra-pembelajaran yang kita sajikan.

Contoh lagu:

Di sini Qur’an
Di sana Qur’an’
Di mana mana ku cinta Qur’an

Ayah cinta Qur’an
Ibu cinta Qur’an
Keluargaku semua cinta Qur’an
Laailaha illallah muhammad rasulullah
Muslimin dan muslimah cinta qur’an
Laailaaha illallah muhammad rasulullah
Muslimin dan muslimat cinta Allah

*dinyanyikan dengan lagu “di sini senang”


2. Ekspresif saat mencontohkan bunyi kata

Bila ada kata “ta ta a” atau “ba ta tsa”, bunyikanlah dengan ekspresi yang membuat anak memperhatikan kita. Miripkan suara kita seperti suara anak-anak yang lucu, namun tetap benar membacanya. Bila itu bacaan pendek, maka harus tetap pendek membunyikannya.


3. Memujinya ketika berhasil melafalkan dengan benar

Saat balita bisa mengucapkan satu baris dengan benar dan cepat, pujilah dengan “Wow, anak ummi hebat. Ummi cium pipinya ya.” Kita jangan diam saja. Kalau anak tidak bisa, kita marah dan saat anak bisa kita diam saja, kondisi ini tentu menjenuhkan mereka.


4. Siapkan buku prestasi

Buatlah buku catatan prestasi mengajinya yang berisi: hari, tanggal, halaman yang dibaca, keterangan lancar atau tidaknya, dan poin. Pada kolom poin, isilah dengan gambar bintang. Bintang-bintang itu lantas diakumulasikan untuk diberikan reward. Misalkan, “jika bintang adek udah nyampe 25, nanti Mama beri hadiah.”


5. Membuat hiasan kata di sudut-sudut rumah, bersama

Tak perlu takut dinding rumah kita menjadi seperti dinding bangunan PAUD. Saat balita mencoter dinding, mencoba menulis apa saja yang mereka mau, biarkanlah. Ambil momen tersebut untuk membuat hiasan bersama yang bertema Qur’an. Contoh: menempel poster hadits, gunting-tempel huruf hijaiyah, membuat tulisan aku cinta Qur’an, atau menempel hasil mewarnai si anak di dinding kamarnya.

Aktifitas ini insya Allah akan membuatnya bahagia dan semakin bervariasi. Tidak melulu menghadap jilid atau Qur’an saja.

Semoga langkah kita diridhai Allah, dalam mendekatkan anak sejak dini kepada Al Qur’an al kariim.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar