Hafalan Quran Menunjukkan Posisi Kita di Surga


Qiroati Pusat – Sudah tahu kan kalau di surga ada banyak tingkatan-tingkatannya. Tentu kita menginginkan surga dengan posisi yang terbaik. Jadi, amal apa sih yang bisa membawa kita berada di posisi surga dengan tingkatan terbaik?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan dikatakan kepada shahibul qur'an (di akhirat), 'Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engaku baca.' (HR. Abu Daud 2240, disahihkan Al Albani dalam sahih Abi Daud).

Ummu Darda' ra. berkata, "Aku pernah bertanya kepada Aisyah ra. tentang penghafal alquran yang memasuki surga, apa keutamaannya jika dibandingkan dengan orang yang tidak menghafalnya. Aisyah ra. menjawab, 'Sesungguhnya tingkatan surganya adalah sejumlah ayat-ayat alquran. Maka tidak ada seorang pun yang melampaui derajat penghafal quran di dalam surga.' (HR. Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Al Baghawi).

Ini menjadi salah satu keutamaan agar seseorang punya motivasi untuk menghafal alquran. Tetapi, menghafal nggak sekadar di lisan saja, melainkan menghafalkan dengan hati. Hafalan alquran yang mengena ke hati, sehingga ringan ketika mengamalkan isi alquran ke dalam keseharian.

Ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah berkata, "Hadis di atas menunjukkan keutamaan khusus bagi yang menghafalkan alquran dengan hatinya, bukan yang sekadar membaca lewat mushaf. Karena jika sekadar membaca saja dari mushaf, tidak ada bedanya dengan yang lainnya baik sedikit atau banyak yang dibaca. Keutamaan yang bertingkat-tingkat adalah bagi yang menghafal alquran dengan hatinya. Dari hafalan ini, bertingkat-tingkatlah kedudukan mereka di surga sesuai dengan banyaknya hafalannya. Menghafal alquran seperti ini hukumnya fardhu kifayah. Jika sekedar dibaca saja, tidak gugur kewajiban ini. Tidak ada yang lebih besar keutamaannya dari menghafal alquran. Inilah yang dimaksudkan dalam hadis di atas dan inilah makna tekstual yang bisa ditangkap. Malaikat akan mengatakan pada yang menghafalkan alquran ‘bacalah dan naiklah’. Jadi yang dimaksud sekali lagi adalah bagi yang menghafal alquran dari hatinya.” (Al Fatawa Al Haditsiyah, 156).

Menghafal dengan hati agar hafalan tersebut terikat kuat dalam ingatan kita. Perbaiki niat dan keseriusan dalam menghafal quran agar Allah ta'ala memberikan kemudahan. Satu ayat yang kita hafal saja bisa meningkatkan derajat kita di surga. Bagaimana jika kita menghafal seluruh isi alquran? Semoga kita tidak berpuas diri hanya dengan masuk surga dengan derajat terendah, tetapi kita punya motivasi untuk menggapai surga tertinggi dengan memperbanyak amalan dan hafalan.

Allahu a'lam.



[annida-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar