Mendidik Anak dengan Al-Qur’an Sejak dalam Kandungan


Qiroati Pusat – Siapa sih yang tak ingin punya anak yang cerdas, sholeh dan sholehah. Pasti keinginan itu juga menjadi keinginan kita semua. Anak yang memiliki kualitas tersebut di atas, seringkali di dalam doa yang diajarkan dalam Islam disebut dengan qurratu a’yun, yakni anak yang dapat menyejukkan mata dan hati kedua orangtuanya.

Tapi bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk dapat memiliki anak yang cerdas, sholeh dan sholehah? Jawabannya, didiklah buah hati Anda dengan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, sejak masih berupa janin.

Beberapa tahun yang lalu, seorang profesor dari Jepang bernama Prof. Suzuki melakukan sebuah riset yang hasilnya menunjukkan bahwa ibu-ibu hamil yang rajin memberikan stimulus pada janinnya terbukti memiliki anak-anak yang lebih sehat dan lebih cerdas saat mereka dewasa kelak.

Intinya, Suzuki menegaskan stimulasi pada janin sangat terkait dengan tingkat intelegensi. Janin, kata dia, seperti dikutip Nanik Wahyuni dalam buku “Dahsyatnya Ibadah-Ibadah Sunnah Saat Hamil untuk Mencetak Anak Cerdas dan Saleh Salehah” sebenarnya sudah siap menerima stimulus-stimulus edukatif, seperti diperdengarkan musik, diajak berbicara hal-hal yang positif dan lain sebagainya.

Bagi setiap orang, terutama seorang muslimah, stimulasi pada janin juga bisa dilakukan dengan cara memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Anda bisa membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan lembut dan suara yang merdu, sambil mengusap perut secara perlahan-lahan seolah-olah Anda mengajak bicara janin dalam kandungan.

Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an sudah terbukti dapat menenangkan hati, dan hati yang tenang sangat berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Tentu hal ini juga berlaku pada janin atau calon buah hati Anda. Semakin sering Anda membacakan dan memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an pada calon buah hati, berati semakin sering Anda memberikan stimulasi-stimulasi edukatif. Selama ini, terkait dengan kehamilan, surat Al-Qur’an yang sering dibaca dan dianjurkan adalah surat Yusuf dan Maryam.

Meskipun sebetulnya, jauh sebelum hasil riset Profesor Suzuki dipublikasikan dan dimuat di The Japan Times Weekly Education tersebut, Rasullullah berabad-abad sebelumnya sudah menekankan betapa pentingnya stimulasi pada janin sejak dalam kandungan. Ingatkah Anda dengan hadist yang berbunyi: “Anak yang celaka adalah anak yang telah mendapatkan kesempitan di masa dalam perut ibunya” (HR. Imam Muslim)

Rasululullah memang luar biasa. Dalam sirah nabawiyah, seperti buku-buku biografi Muhammad yang ditulis Haykal, Martin Lings dan lain sebagainya, Rasulullah selalu diceritakan sebagai pribadi yang punya perhatian yang sangat besar dan kasih sayang pada anak-anak.

Ayo berikan stimulasi-stimulasi edukatif dengan memperdengarkan dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an pada calon buah hati. Insyaallah, akan lahir anak-anak yang cerdas, sholeh dan sholehah. Generasi Rabby Radliya. Aamiin.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar