Penting Dibaca Muslimah yang Belum Bisa Baca Quran


Qiroati Pusat – Usia yang sudah meninggalkan masa kanak-kanak, bukan penghalang bagi kita para muslimah untuk belajar membaca Al Qur’an. Sebetulnya berlaku untuk siapa saja, tidak hanya kaum wanita. Namun jika kita seorang muslimah, tetapi belum bisa membaca kalamullah, bagaimana kita bisa mengajarkan bacaan Al Qur’an yang indah itu kepada buah hati kita kelak?

Haruskah sebelum berusaha, sudah ada bayangan untuk memanggil guru ngaji saja ke rumah nantinya? Meski pilihan itu tidak salah, muslimah yang ingin memperoleh predikat terbaik di hadapan Allah, tentulah memikirkan untuk berusaha dulu sebelum menyerah.

"Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya."

Inilah hal-hal yang perlu dilakukan muslimah semua jika belum bisa membaca Al-Qur’an.


1. Menghadirkan niat yang mulia untuk belajar

Allah tidak pernah lalai, juga tidak tidur. Sampaikanlah niat kita kepada-Nya. Katakan kepada Allah bahwa keinginan kita sudah bulat untuk bisa membaca Al Qur’an dengan tartil. Sesuai dengan kaidah tajwid yang sudah ada.

Hadirkan motivasi dahsyat dalam diri untuk terus belajar tanpa adanya rasa malu. Bukankah banyak manusia yang malu menuntut ilmu karena usia sudah tua? Sayang sungguh sayang. Lupakah mereka bahwa Rasulullah SAW berpesan menuntut ilmu dari ayunan hingga liang lahat? Apalagi ini ilmu Al Qur’an. Ini ilmu mulia tentang kitab suci kita.


2. Mencari pengajar yang tepat

Carilah seorang ustadzah yang bisa mengajari kita membaca Al Qur’an. Usahakan dialah seorang muslimah yang bisa memotivasi kita dalam keislaman. Namun jika kita kesulitan mencari guru yang bisa dijadikan teman, ambillah guru “standar” yang profesional.

Jika kita sudah menikah, dan suami mahir membaca (atau bahkan dia seorang ustadz?) maka jadikanlah dia sebagai pengajar kita. Hanya saja kekurangannya mungkin kita akan menyesuaikan waktu dengan kesibukannya.


3. Menentukan target dan jadwal

Buatlah manajemen waktu yang tepat. Kapan kita bekerja dan kapan memiliki waktu luang untuk belajar. Penting untuk diperhatikan, jangan mengeluarkan kata-kata “saya sibuk terus, nggak punya waktu luang.” Karena hal itu akan menghalangi diri kita untuk merealisasikan mimpi menjadi nyata.

Lalu bagaimana dengan target? Targetnya adalah kita bisa membaca Al Qur’an dalam waktu sekian bulan. Misalkan kita ingin dalam waktu enam bulan sudah bisa membaca Al Qur’an. Dengan intensitas bertemu dengan guru ngaji adalah tiga kali dalam sepekan. Jika sudah tertanam demikian, kerjarlah.


4. Learning by doing

Sambil belajar dengan guru ngaji, tumbuhkanlah kemandirian. Bacalah Al Qur’an sesuai kemampuan kita, sudah sampai pada level berapa. Jangan mengandalkan waktu membaca Qur’an hanya tiga kali dalam sepekan. Kapan khatamnya kalau begitu? Maka, rajinlah membuka mushaf saat sendiri atau bersama pasangan.


5. Teruslah istiqomah

Belajar itu melelahkan, kadang membosankan. Namun jika kita tak mau berpayah-payah, maka selamanya kita akan menjadi manusia bodoh. Jangan biarkan rasa malas menguasai diri. Berusahalah komitmen dengan jadwal yang sudah dibuat bersama guru ngaji.

Janganlah mudah mengirim sms “Maaf ya ustadzah, sore ini tidak usah ngaji dulu. Saya lagi nggak enak badan.” Kalau sakit betulan tiada mengapa. Namun jika itu hanya sedikit lelah, dan banyak didominasi sifat malas kita, lawan! Lawan sifat itu! Itu sifat setan.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar