Ini Sebabnya Tidak Perlu Terburu-Buru Menghafal Quran


Qiroati Pusat –Bisa menghapal Quran menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kita sebagai kaum muslimin.


1. Menghapal tidak harus hapal

Allah memberikan daya ingat yang berbeda-beda bagi setiap hamba-Nya. Jadi jika kita sudah mengupayakan segala cara untuk menghapal tapi belum ada hasilnya, jangan kecewa dulu. Tidak semua penghapal Quran menamatkan hapalannya dalam waktu cepat lho. Karena sesungguhnya target kita ialah mendapat ridho Allah, bukan mencapai ujung ayat. Berapa lama kita menghabiskan waktu untuk menghapal pun menjadi kenikmatan tersendiri bagi kita.


2. Bukan untuk diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda

Sering kesal karena hapalan kita tidak bertambah? Metode ini-itu sudah dicoba, tapi hapalan gak nambah-nambah. Sebel jadinya. Menghapal Quran secara terburu-buru dan dikejar-kejar itu kurang indah, tidak nikmat. Kita akan sering capek dan bosan karena target kita bukan Allah, tapi hapal sampai ujung ayat.

“Sesungguhnya Kamilah Yang berkuasa mengumpulkan al-Quran itu (dalam dadamu).” (QS. Al Qiyamah: 17). Dari ayat ini kita bisa mengetahui jika bisa menghapal Quran itu asalnya dari Allah, jadi jika Allah belum berkenan, nikmati saja prosesnya.

Biasakan menerapkan durasi untuk menghapal Quran setiap harinya. Misal satu jam sebelum tidur ialah waktu untuk menghapal Quran. Wah, mau berapa ayat pun yang berhasil kita hapalkan tidak jadi masalah. Kenapa? Karena kita sudah sampai pada target waktu hapalan kita sendiri.

Jadi jika ayat satunya belum hapal, jangan terburu-buru pindah dan merasa takut ketinggalan. Nikmati prosesnya selama waktu yang kita agendakan dan hayati kebersamaan kita yang intim dengan Allah.


3. Menghapal bukan untuk khatam, tapi untuk setia dengan Quran

Tentu lega rasanya jika kita berhasil menyelesaikan 30 juz Al-Quran dan menghapalnya dengan cepat. Tapi apa artinya jika hapalan yang kita punya tidak diulang-ulang (murojaah) sesering mungkin? Ujung-ujungnya hapalan akan menguap kan? sejatinya menghapal Quran itu untuk mendekatkan diri dengan-Nya, dengan Quran. Caranya? Mengulang-ulang bacaan sesuai durasi yang kita agendakan awalnya.


4. Menghapal sesuai kemampuan

Menghapal Quran akan terasa nikmat jika diresapi dan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan karena merasa malu dengan umur kita yang semakin menua kemudian buru-buru ingin hapal, jangan. Sabar, santai. Menghapallah sesuai dengan kapasitas memori kita, tapi jangan dijadikan alasan untuk malas menambah hapalan juga ya.


5. Fokus pada perbedaan

Jika kita sudah hapal ayat,“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” berarti kita sudah menghapal 31 ayat dari 78 ayat yang ada dalam Surat Ar-Rahman, masyaalloh. Jadi, ayat ini hanya dihapal satu kali sehingga kita bisa mulai menghapal ayat sebelum dan sesudahnya.


6. Senang dirindukan ayat

Kadang kita kesal, bolak-balik murojaah tapi hapalan kita mentok, tidak bertambah. Jangan kesal dulu, bisa jadi ayat yang sedang kita upayakan itu merindukan kita, bisa jadi ayat yang kita hapal merupakan jawaban atas keresahan hidup kita selama ini. Coba buka terjemahannya dan pahami tafsirnya, dengan begitu bukan hanya hapalan yang bertambah tapi ilmu juga.


7. Pastikan tajwid kita benar

Sudah benarkah tajwid kita sampai saat ini? jika belum yakin, carilah guru atau teman yang bisa mengoreksi bacaan kita. Percayalah, jika telanjur menghapal, tajwid yang sudah kita tanamkan dalam otak akan sulit diubah nantinya.


8. Lupa hapalan, dosa besar?

Hei, yang dosa itu bukan “lupa hapalan”nya, tapi “melupakan” hapalan. Sangat berbeda bukan?



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar