Ketika Dinasti-Dinasti Islam Membangun Perpustakaan


Qiroati Pusat – Mercusuar ilmu tak hanya disandang Baghdad. Dinasti-dinasti Islam lainnya berlomba-lomba membangun perpustakaan guna menjadi yang terbaik.

Darul `Ilmi, Universitas al-Azhar, yang dipelopori Dinasti Fatimiyyah di Kairo, Mesir, misalnya. Sejak awal, para sultan Fatimiyyah hendak meletakkannya dalam konteks persaingan dengan Dinasti Abbasiyah. Bila Baghdad mampu menjadi permata peradaban umat manusia, mengapa Kairo tidak?

Kunci kemenangan fastabiqul khairatini terletak pada peningkatan mutu perpustakaan. Maka, berdirilah Masjid al-Azhar pada 971 sebagai pusat aktivitas keagamaan dan keilmuan.

Mercusuar lainnya adalah perpustakaan warisan Dinasti Umayyah di Andalusia (Spanyol). Perintisnya adalah raja kedua wangsa tersebut di Andalusia, Sultan al-Hakam II. Dia memang terkenal sebagai pencinta ilmu pengetahuan.Sebuah sumber menyebutkan, koleksi pribadinya mencapai lebih dari 600 ribu buku. Sosok yang memimpin dalam periode 961-976 ini lantas membangun perpustakaan besar di Kordoba dengan meniru model Bayt al-Hikmah Baghdad.

Koleksinya melampaui jumlah 400 ribu buku. Letaknya termasuk dalam kompleks istana, tetapi segera menjadi pusat berkumpulnya para ilmuwan dari penjuru dunia, terutama atas undangan Sultan al-Hakam II sendiri.

Kecintaannya terhadap literasi dibuktikan dengan upayanya membeli begitu banyak buku dari Baghdad, Kuffah, Basrah, Damaskus, Konstantinopel (kini Istanbul), Kairo, Mekah, dan Madinah. Lantaran meniru cara Bayt al-Hikmah Baghdad, Sultan al- Hakam juga menggiatkan aktivitas penerjemahan teks-teks dari bahasa Latin dan Yunani ke bahasa Arab.Untuk memuluskan proyek penerjemahan ini, dia membentuk tim yang terdiri atas ilmuwan Muslim dan Katolik. Bahkan, dia sendiri ikut menulis sebuah historiografi tentang Andalusia.



[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar