Kini Sudah Ada Sembilan Terjemahan Alquran ke Dalam Bahasa Daerah


Qiroati Pusat – Dalam upaya pemahaman makna dan kandungan Alquran tentunya kita membutuhkan terjemahan. Keragaman bahasa daerah yang dimiliki Indonesia, tidak serta-merta membuat warganya memahami bahasa Ibu. Oleh sebab itu, Kementerian Agama meluncurkan terjemahan Alquran dalam bahasa daerah.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau, beragam suku bangsa dan bahasa dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Kerap kali masyarakat yang tinggal di daerah lokal tidak akrab dengan bahasa Indonesia karena sudah lekat dengan bahasa daerahnya.

Dari keterbatasan tersebut Kementerian Agama berupaya untuk menyesuaikan bahasa dengan menerbitkan terjemahan Alquran dalam bahasa daerah. Di antaranya bahasa Sasak, Makassar, Kaili, Jawa Banyumas, Minang, Dayak, Kanayat, serta tiga terbaru, yaitu  Batak Angkola, Toraja, dan Mongondow yang baru saja diresmikan.

“Terjemahan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat lokal yang beragama Islam agar punya kesempatan memahami Alquran untuk pedoman hidup keseharian,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim kepada mediaindonesia(dot)com, senin (19/12).

Mengutip penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK) pada tahun 2013, Lukman menyebutkan bahasa daerah terancam mengalami kepunahan.

Ia berhadap melalui penerjemahan Alquran kedalam banyak bahasa dapat dijadikan sebagai upaya konservasi bahasa daerah. Alquran bahasa daerah disusun tim daerah setempat yang melibatkan ulama, akademisi, pakar bahasa, dan pakar budaya daerah.



[ummi-online.com]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar