Perbincangan dalam Alquran


Qiroati Pusat – Manusia tidak terlepas dari perbincangan atau obrolan antarsesama. Perbincangan di kedai, pos ronda, gang sempit, kantor, hingga di gedung mewah dan bertingkat. Perbincangan seakan menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, baik secara langsung (bertemu secara fisik) maupun tidak langsung (seperti melalui media sosial).

Berkaitan dengan perbincangan, Allah SWT berfirman, "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar." (QS an-Nisa [4]: 114).

Ayat di atas menjelaskan, tidak ada sedikit pun kebaikan pada apa yang dibisik-bisikkan, dibicarakan, dan diperbincangkan. Segala bentuk perbincangan tidak membawa manfaat, hanya akan menghabiskan umur. Waspadalah! Maka itu, Alquran memberikan pengecualian terhadap perbincangan yang diperbolehkan karena hal itu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan.

Pertama, perbincangan menyuruh untuk bersedekah. Perbincangan saling mengingatkan untuk memberikan sedekah atau berbagi kepada yang membutuhkan. Hal ini sangat bermanfaat untuk membantu dan meringankan beban hidup orang lain. Sedekah bisa berupa harta, ilmu, atau apa saja yang mendatangkan manfaat.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (menginfakkan) sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali Imran [3]: 92).

Kedua, perbincangan mengajak kepada berbuat makruf. Yaitu, mengajak kepada segala bentuk kebaikan, ketaatan, dan segala apa yang diketahui kebaikannya menurut syariat dan akal serta memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, "Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR Bukhari).

Ketiga, perbincangan mengadakan perdamaian antarsesama. Yaitu, mengajak kepada persatuan dan kesatuan dalam kehidupan. Perdamaian tidak akan terjadi kecuali kedua belah pihak yang berselisih dan bermusuhan mau berdamai. Pertentangan hanya akan mengakibatkan kemudaratan, perpecahan, dan kehancuran di tengah umat manusia. Oleh karena itu, syariat menyuruh berdamai jika terjadi perselisihan.

Dan, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS al-Hujurat [49]: 10).

Semoga Allah membimbing kita, kaum Muslimin, agar terhindar dari perbincangan yang tidak bermanfaat, baik perbincangan secara langsung (bertemu secara fisik) maupun tidak langsung (melalui media sosial), dan hanya melakukan perbincangan yang mendatangkan manfaat dan maslahat bagi kehidupan. Amin.



[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar