Alquran Inspirasi Peradaban (2)


Qiroati Pusat – Ketika murid-muridnya “protes” karena pelajaran Alquran tidak kunjung dipindah ke surat baru, KH Ahmad Dahlan bertanya kepada mereka, “Sudahkah kalian mengamalkan pesan surah al-Ma’un dalam kehidupan sosial?” Tentu saja, mereka menjawab belum, sehingga Dahlan bersama mereka menginisiasi gerakan membangun panti asuhan anak yatim, pusat-pusat kesejahteraan umat, dan wadah layanan sosial kemanusiaan. Peradaban Islam berkemajuan digerakkan melalui spirit al-Ma’un yang tidak sekadar dibaca, dihafal, dipahami, tetapi juga digerakkan dalam bentuk pengamalan nyata dan karya kemanusiaan yang mencerahkan dan memberdayakan.

Paradigma tersebut juga menghendaki pentingnya integrasi gerakan tajdid pemikiran yang bervisi gerakan perdaban. Teologi al-Ma’un, sebagai satu model gerakan inspiratif, merupakan landasan berpikir, bergerak, dan bertindak dalam memahami dan mengaktualisasikan Islam sebagai agama dan peradaban.

Praksis dari teologi al-Ma’un yang diteladankan Dahlan ini tidak saja menginspirasi dan memotivasi warga persyarikatan, karena Islam yang diperkenalkan bukan sekadar Islam wacana, melainkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang membumi secara nyata dan berdaya guna bagi kemanusiaan.

Oleh karena itu, inpirasi Alquran untuk aktualisasi peradaban Islam rahmatan lil ‘alamin penting dijadikan sebagai komitmen moral dan kesediaan menjadi teladan yang terbaik bagi semua, sehingga terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri berperadaban maju, gemah ripah loh jinawi, dan mendapat ampunan Tuhan) melalui khaira ummah di bumi Indonesia tercinta.

Komitmen ini menghendaki kesadaran kolektif untuk menjadikan multifungsi Alquran itu menginspirasi kehidupan umat dan bangsa. Sebagai petunjuk, Alquran harus dibaca untuk memandu kehidupan manusia menuju jalan kebenaran, kedamaian, keselamatan, dan kebahagiaan, bukan dibaca sekadar untuk mendapat pahala akhirat.

Sebagai penjelas, Alquran harus dibaca dan dimaknai dengan pendekatan intertekstualitas secara komprehensif, agar pesan moral Alquran dapat menginspirasi pembangunan peradaban. Sebagai al-furqan (pembeda), Alquran harus dijadikan sebagai ”hakim” yang menetapkan standar kebenaran, kebaikan, dan keadilan. Sebagai syifa’ (penawar, terapi), Alquran harus dibaca sebagai problem solving, terhadap berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Dan sebagai rahmah, multidimensi ajaran kasih sayang Alquran penting diaktualisasikan dalam rangka mewujudkan Islam rahmatan lil ’alamin.

Pemajuan peradaban ilmu, teknologi yang berkeadaban tidak hanya dilandasi akidah tauhid, aplikasi norma-norma syariat, dan aktualisasi nilai-nilai akhlak Islami dalam kehidupan, tetapi juga disemangati berbagai sendi utama tegaknya peradaban itu sendiri, yaitu inovasi dan kreativitas ilmiah dan inovasi seni.

Peradaban bangsa ini akan berjaya dengan inspirasi Alquran, apabila sistem politik, administrasi negara, sistem militer, ekonomi, sosial, peradilan, etos intelektualisme, dan kebudayaan dikembangkan secara dinamis dan produktif. Di atas semua itu, sistem pendidikan, budaya riset, pengembangan sains dan teknologi yang diinspirasi Alquran harus berkualitas unggul dan berdaya saing tinggi.



[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar