Jika Alquran Rusak Lebih Baik Dibakar atau Dikubur


Qiroati Pusat – Praktisi pendidikan Islam, Dr Hasan Basri Tanjung MA mengungkapkan, Alquran adalah firman Allah SWT yang suci can sakral bagi umat Muslim. Karenanya, menyentuh dan membacanya pun, harus dalam keadaan suci serta mengawalinya dengan membaca ta'awuz dan basmalah.

"Dulu, waktu saya masih kecil mengaji di kampung, membawanya pun harus di dada dan meletakkannya tidak boleh di bawah buku-buku," ungkap dosen Universitas Djuanda (Unida) Bogor ini kepada Republika.co.id, Rabu (30/12).

Tak hanya sampai di situ, jelas ketua Yayasan Dinamika Umat (YDU) ini, selesai membaca Alquran, ditutup dengan kalimat tashwib (membaca shadaqallahul adzim), lalu mengangkatnya ke wajah dan dada.

"Itulah adab terhadap Alquran yang harus tetap dihidupkan di tengah-tengah umat yang mulai terkikis imannya," ungkap penulis buku Karunia tak Ternilai ini menjelaskan.

Lebih lanjut Ustaz Tanjung mengungkapkan, bila ada kitab suci Alquran yang sudah robek atau rusak karena dimakan usia, demi menghindari dosa yang mungkin terjadi seperti menginjaknya, maka lebih baik dihancurkan atau dibakar.

"Itu pun dengan adab yang baik, yakni tidak dicampur dengan sampah yang kotor di bak sampah," ungkap Ustaz Hasan Basri Tanjung mengingatkan.

Ia menilai kelicikan musuh-musuh Islam yang menghinakan Alquran pasti akan terbongkar. "Kejadian bukan secara kebetulan atau ketidaksengajaan, tapi skenario besar yang sistematis dan massif. Pihak berwajib harus segera menemukan aktor intelektual dan distributornya," kata Ustaz Tanjung menegaskan.

Namun hal ini, kata Ustaz Tanjung, bisa juga sentilan bagi umat Islam yang mulai meninggalkan kitab sucinya, Alquran, sehingga dibikin terompet oleh orang lain. "Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian," papar Ustaz Tanjung.



[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar