Keindahan Pada Permulaan Surat-surat Al-Quran (Bagian 3 - Selesai)


Qiroati Pusat – Bagian 3 - Selesai
Kedua, mensucikan Allah Ta’ala dengan meniadakan sifat-sifat aib dan kekurangan dari Allah Ta’ala
Cara ini dipergunakan dalam tujuh buah surat yang diawali dengan tasbih kepada Allah Ta’ala.

Surat 1:


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi negeri sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Isra’ [17]: 1)

Surat 2:


سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bertasbih kepada Allah semua yang berada di langit dan yang berada di bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hadid [57]: 1)

Surat 3:


سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bertasbih kepada Allah semua yang berada di langit dan yang berada di bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr [59]: 1)

Surat 4:


سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bertasbih kepada Allah semua yang berada di langit dan yang berada di bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. As-Shaf [61]: 1)

Surat 5:


يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, yang Maha Suci, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Jumu’ah [62]: 1)

Surat 6:


يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At-Taghabun [64]: 1)

Surat 7:


سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi! (QS. Al-A’la [87]: 1)

Tajul Qurra’ imam Abul Qasim Burhanuddin Mahmud bin Hamzah Al-Kirmani (wafat tahun 505 H) dalam kitabnya Al-Burhan fi Taujih Mutasyabih Al-Qur’an menjelaskan keindahan lain dari ketujuh surat yang diawali dengan lafal tasbih di atas.

Lafal tasbih dalam awal surat Al-Isra’ hadir dalam bentuk isim mashdar [kata benda dasar atau asal semua bentuk pecahan kata]. Lafal tasbih dalam awal surat Al-Hadid dan Al-Hasyr hadir dalam bentuk fi’il madhi [kata kerja bentuk lampau]. Lafal tasbih dalam awal surat Al-Jumu’ah dan At-Taghabun hadir dalam bentuk fi’il mudhari’ [kata kerja bentuk sekarang dan akan datang]. Sedangkan lafal tasbih dalam awal surat Al-Isra’ hadir dalam bentuk fi’il amr [kata kerja perintah].

Subhanallah, beragam cara dan gaya Allah hadirkan untuk mengawali beberapa surat Al-Qur’an di atas dengan pujian kepada-Nya. Maha Suci dan Maha Indah Allah Ta’ala. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : (muhib al majdi/arrahmah.com)
Share on Google Plus

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar