Hukum Membaca Al-Quran dari Gadget Bagi Wanita Haid


Qiroati Pusat – 

Pertanyaan :


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Redaksi Kiblat.net yang dirahmati Allah, di era digital hari ini, semua hal bisa disimpan di dalam gadget, termasuk Al-Quran. Nah, apakah boleh wanita haid membaca Al-Quran yang ada di gadget, dengan asumsi bahwa gadget tidak sama dengan mushaf? (Dedi)

Jawaban :


Saudara dedi yang dirahmati Allah, untuk menjawab pertanyaan di atas ada beberapa hukum fikih terkait wanita haid yang perlu kita bahas. Pertama, mayoritas ulama sepakat bahwa wanita haid tidak diperkenankan untuk menyentuh mushaf.  Dalilnya adalah firman Allah –Subhanahu wa Ta’ala–

لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ

Artinya, “Al-Quran itu tidak disentuh kecuali oleh orang yang suci.” (QS Al-Waqi’ah : 78)

Dari ayat di atas, mayoritas ulama menyimpulkan bahwa Al-Quran tidak boleh dipegang kecuali oleh orang yang suci dari hadats. Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas, “Sebagian lagi berkata bahwa Al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang yang suci dari janabat dan hadats.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/32, penerbit Dar  Kutub Ilmiyah)

Hal berikutnya yang perlu kita ketahui adalah hukum membaca Al-Quran tanpa memegang mushaf bagi orang yang haid. Di dalam situs Islamqa, syaikh Muhammad bin Sholih Al-Munajjid menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama menyatakan bahwa perempuan yang haid tidak boleh membaca Al-Quran. Dalil mereka adalah hadits Ali bin Abi Talib yang menyatakan bahwa Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- mengajarkan mereka AL-Quran dan tidak ada yang mengahalangi beliau dari Al-Quran kecuali janabat. (HR Abu Daud, Tirmizi, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

Berdasarkan hadits di atas para ulama tersebut mengqiyaskannya dengan wanita haid. Karena kedua-duanya sama-sama berhadats besar.

Pendapat kedua meyatakan bahwa wanita haid diperbolehkan membaca Al-Quran selama tidak menyentuh Al-Quran. Pendapat ini adalah pendapat Imam Malik, Ibnu Taimiyah dan Asy-Syaukani. Dalil mereka adalah :

    Hukum asal membaca Al-Quran adalah boleh. Selama tidak ada dalil yang melarang wanita haid membaca Al-Quran maka kebolehan tersebut tetap berlaku. Sudah maklum diketahui bahwa para wanita di zaman Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- juga haid dan tidak ada dalil pelarangan bagi mereka untuk membaca Al-Quran.

    Melarang wanita haid membaca Al-Quran menjadikan mereka kehilangan pahala yang banyak, bahkan bisa saja mereka kehilangan hafalannya.
    Mengqiyaskan wanita haid dengan orang junub dalam pelarangan membaa Al-Quran adalah qiyas yang tidak sesuai. Karena orang junub bisa menghilangkan janabatnya dengan segera. Berbeda dengan wanita haid.

Lantas bagaimana hukum membaca Al-Quran bagi wanita haid dari gadget? Jika pendapat yang diambil adalah pendapat yang pertama, maka tidak boleh bagi wanita haid membaca Al-Quran. Karena menurut pendapat pertama, pelarangan itu bersifat mutlak.

Adapun yang mengambil pendapat kedua, maka pertanyaan yang perlu dijawab berikutnya adalah, apakah Al-Quran yang ada di gadget sama hukumnya dengan Al-Quran yang ada di gadget?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak dalam situs Islabweb.com berkata, “Secara zahir Al-Quran yang ada di gadget berbeda dengan mushaf Al-Quran. Al-Quran yang berada di gadget tidak berupa tulisan yang bisa dibaca, tetapi berupa tampilan-tampilan tertentu yang terdiri dari huruf-huruf yang bisa dimunculkan dan dihapus dari layar. Maka, diperbolehkan membaca Al-Quran yang ada di gadget dan kaset rekaman Al-Quran tanpa syarat thoharoh (suci dari hadats).”

Dari fatwa di atas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hukum antara mushaf dan Al-Quran yang ada di gadget. Perbedaan tersebut menghasilkan perbedaan hukum. Membaca mushaf harus dengan thoharoh, sementara membaca Al-Quran di gadget tidak harus disyaratkan thoharoh. Wallahu a’lam bissowab

Dijawab Oleh : Miftahul Ihsan

Sumber : kiblat.net
Share on Google Plus

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar