Kewajiban Kaum Muslimin Terhadap Al-Qur'an

Kewajiban Kaum Muslimin Terhadap Al-Qur'an

Qiroati Pusat – Al Qur’an adalah  Kalam Allah yang suci,  wahyu yang telah diturunkan kepada Rasul pilihan melalui malaikat pilihan juga. Diturunkan kepada pemimpin para nabi dan melalui malaikat yang merupakan pimpinan seluruh para malaikat, yaitu malaikat Jibril alaihiwassallam. “Sesungguhnya Al qur’an itu benar benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (Jibril) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy yang ditaaati di sana (alam Malaikat) lagi dipercaya.”(QS : At Takwir 19-21)

Al Qur’an diturunkan kepada orang termulia di dunia  melalui malaikat yang paling mulia, maka mempelajarinya dan mengamalkannya akan mendatangkan kemuliaan.  Al qur’an dan  As  sunah  adalah dua sumber keselamatan bagi umat manusia, sebagai sumber hukum islam yang pasti benar dan tepat yang dengannya seluruh tatanan kehidupan manusia akan baik, karena Allah telah menurunkan Al qur’an sebagai peringatan bagi seluruh alam. Sebagaimana firman  Allah Ta’ala :

“Maha suci Allah yang telah menurunkn Al Furqan (Al Qur’an) kepada para hambaNya agar Dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam” (QS : 25 :1)

Nah,  demikianlah kedudukan Al qur’an yang tinggi dan akan tetap terjaga sampai hari kiamat. Maka sebagai seorang muslim kita harus memiliki kepedulian terhadap Al Qur’an.  Setidaknya ada lima  kewajiban kita kepada Al Qur’an Kalam Allah yang harus kita tunaikan, yaitu:  membacanya, menghafalnya, mentadabburi maknanya,  mengamalkannya dan juga mengajarkannya kepada orang lain.

Semua dari kelimanya itu tentu memiliki keutamaan keutamaan  atau fadhilah sendiri sendiri yang akhirnya akan menjadikan pribadi seorang muslim sebagai sebaik sebaik manusia, subhanallah. Sebagaimana tertera dalam sabda Rasulullah shallallahu alahiwassallam, ”Sebaik baik orang diantara  kalian adalah orang yang mau mempelajari Al qur’an dan mau mengajarkannya.”(HR. Al Bukhari)

Pertama, Membaca dan Menghafalnya

Inilah langkah paling awal seorang muslim terhadap Al Qur’an, yaitu membaca dan menghafalnya. Untuk menuju langkah itu, maka seorang muslim wajib berusaha untuk mempelajari cara membacanya dengan benar. Yaitu sesuai dengan mahroj dan tajwid, sehingga ia membaca Al Qur’an dengan tartil.

Jangan malu untuk belajar membaca dan menghafalkannya daripada kita nanti malu dihadapan Allah pada saat kita mempertanggungjawabkan seluruh nikmat Allah, ternyata nikmat penglihatan, pendengaran dan lisan kita masih ada yang tercecer, yaitu hingga sakarat datang ternyata belum bisa membaca Al Qur’an. Naudzubillahi. Padahal membaca Al Qur’an itu bernilai ibadah di sisi Allah. Bahkan Allah akan melipatgandakan setiap huruf yang dibaca. Dan tidak ada bacaan yang berpahala bahkan pahalanya berlipat kecuali membaca Al Qur’an. Subhanallah. Allah memberikan pahala bukan persurat tetapi perhuruf. Rasulullah bersabda : “Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf.” (HR. At Tirmidzi)

Kedua, Mentadabburi atau Mempelajari Kandungannya

Ini adalah langkah kedua setelah kita bisa membacanya. Yah, gimana kita akan memperdalam keilmuan yang luas di dalam Al Qur’an sementara kita buta tidak bisa membacanya. Sedangkan kita semua tahu bahwa membaca adalah wasilah atau sarana untuk tahu maksud dan makna sebuah tulisan, kan? Inilah diantara penyebab jauhnya umat islam dari kebenaran dan banyak yang terjerumus ke dalam kesesatan, disebabkan mereka tidak mempelajari syariat kehidupan yang memiliki otoritas kebenaran mutlak, yaitu Al Qur’an.

Sebagaimana Firman Allah : “Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an, ataukah hati mereka terkunci?” (QS : Muhammad 47 : 24). Dalam ayat lain Allah memerintahkan kita semua untuk mempelajari Al Qur’an. Dengan demikian jika kita ingin dimasukkan oleh Allah sebagai orang orang yang taat kepadaNya, maka jangan tinggalkan dalam mempelajari Al Qur’an. Allah berfirman : “Ini adalah sebuah kita yang kami turunkan kepadamu dengan berakah supaya mereka memperhatikan ayat ayat-Nya dan supaya mendapatkan pelajaran bagi orang orang yang mempunyai pikiran.” (QS : Shad, 38 :29)

Ketiga, Mengamalkanya

Inilah kewajiban seorang muslim setelah mengetahui ilmunya terhadap Al Qur’an adalah mengamalkannya.  Karena kita harus berusaha untuk mendapatkan buah dari ilmu, yaitu amal. Sesungguhnya Allah telah berfriman: “Sesungguhnya kamu akan diberi balasan sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan,” (QS : At Thur 52 :16).

Sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata, “Para pengemban Al Qur’an harus bisa dikenali saat malam hari ketika manusia terlelap tidur, ketika siang hari saat manusia berbuka, ia menangis pada saat banyak manusia tertawa, dengan wara’nya (kehati hatiannya) ketika manusia telah mencampurkan antara yang halal dengan yang haram,dengan diamnya ketika manusia larut dalam banyak pembicaraan yang tidak bermanfaat, kekhusyukannya ketika ketika manusia bersikap angkuh, dan dengan sedihnya ketika manusia bersuka cita”. Inilah orang orang yang mengamalkan Al Qur’an tambah baik kualitas amaliyahnya.

Keempat, Mengajarkannya

Mengajarkan Al Qur’an kepada orang lain merupakan sedekah jariyah. Karena ia telah meninggalkan ilmu yang bermanfaat yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah bersabda, “Apabila manusia mati, maka akan putus semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan kedua orangtuanya. (HR. Muslim)

Keutamaan Mempelajari & Menghafal Al-Qur’an

1. Al qur’an akan membela orang orang yang mau membacanyadan mengamalkannya di dunia pada saat  di            hari kiamat. (HR. Imam Muslim No. 805)
2. Al Qur’an akan datang pada hari Kiamat memberikan syafaat kepada ahlinya (HR. Muslim No. 804)
3. Orang yang tidak memiliki hafalan bagaikan rumah yang runtuh. (HR. Imam At Tirmidzi, Dhaif. Syeikh                    Utsaimin berkata ini memiliki makna baik sebagai peringatan bagi orang yang meninggalkan kebiasaan                membaca Al Qur’an)
4. Derajat dan tempat kedudukan seseorang di surga sebagaimana akhir bacaan Al qur’annya (HR. Imam Abu        Dawud No. 1317)
5. Allah melipatkan pahala atas setiap huruf Al Qur’an yang dibaca. (HR. at Tirmidzi, dalam Shaih Al Jami.                No.6469

Nah, saudaraku setelah kita merenungkan tulisan ini, marilah kita bersegera untuk meningkatkan interaksi kita kepada kalam Allah yang mulia, Al Qur’an al Karim. Jadikan waktu kita untuk lebih sibuk bersamanya. Jadikan semua kerangka berpikir kita tidak lepas dari bimbingannya, jadikan landasan amal kita dengan tuntunannya. Akhirnya semoga kita benar benar memiliki jati diri seorang muslim yang sejati. Amin



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar