Bersyukurlah Terhadap Sekecil Apapun KaruniaNya Dan Janganlah Menjadi Teman Bagi Syaithan

Bersyukurlah Terhadap Sekecil Apapun KaruniaNya Dan Janganlah Menjadi Teman Bagi Syaithan

Qiroati Pusat
 – Bersikap tidak boros adalah satu diantara akhlak terpuji yang diajarkan bahkan diwajibkan Islam kepada seluruh penganutnya. Satu diantara fenomena boros yang sangat sering dijumpai dalam masyarakat adalah fenomena menyisakan makanan dan membuangnya. Fenomena seperti ini, meski mungkin dianggap remeh, tetapi akan sangat menyakitkan bagi mereka yang betul-betul membutuhkan sesuap atau dua suap makanan untuk dapat bertahan hidup. Olehnya, diantara cara Islam mengatasi fenomena semacam ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari ummatnya ketika usai makan agar menghabiskan seluruh makanan itu, bahkan yang masih tersisa dijari-jarinya pun diperintahkan untuk dibersihkan; baik dengan menjilatnya atau memberikannya kepada orang-orang yang dekat kepadanya dan tidak merasa sungkan menghabiskan bekas yang tersisa di jari-jemarinya itu. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا

“Apabila salah seorang dari kalian telah selesai makan, maka janganlah ia langsung mengusap tangannya hingga ia menjilatnya atau menjilatkannya (memberikannya) kepada yang lain (maksudnya kepada orang-orang dekat atau mereka yang tidak merasa sungkan dan enggan menghabiskan sisa makanan tersebut, seperti kepada istri atau anak atau yang semisalnya).(HR. Bukhari).
Dari hadits ini, nampak betapa agama ini sangat menganjurkan kepada ummatnya agar tidak bersikap boros, dimana sikap boros –sebagaimana- yang diketahui adalah satu diantara sifat syaithan. Olehnya dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيُمِطْ عَنْهَا الأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

Apabila potongan makanan kalian terjatuh, maka hendaklah ia segera mengambilnya dan membersihkan bagian yang terkena kotoran dari makanan itu. Setelahnya hendaklah ia memakannya, dan janganlah ia membiarkannya menjadi makanan bagi syaithan.. (HR. Muslim)
Makanan adalah nikmat. Dan dalam makanan yang Allah karuniakan kepada kita terdapat keberkahan yang Ia simpan pada salah satu bagian atau butir dari makanan yang kita santap itu. Olehnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kita untuk tidak membuang sebutir pun makanan yang disantap, karena tidak seorangpun mengetahui dibutiran mana Allah meletakkan keberkahan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا طَعِمَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَمَصَّهَا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامٍ يُبَارَكُ لَهُ فِيهِ

“Apabila salah seorang dari kalian selesai makan, maka janganlah ia langsung mengusap tangannya hingga ia menjilatnya. Karena sesungguhnya orang itu tidaklah tahu dibutiran mana dari makanan itu Allah menurunkan keberkahanNya.”. (HR. Ahmad) Tidak menyisakan makanan adalah wujud ketaatan seorang muslim kepada perintah agama. Tidak menyisakan makanan adalah wujud solidaritas kita kepada sesama manusia. Tidak menyisakan makanan adalah wujud permusuhan kita kepada syaitahan. Tidak menyisakan makanan adalah perbuatan yang dapat memberi berkah. Dan seorang yang cerdas tidaklah akan menyepelekan sesederhana apapun pekerjaan yang dapat membawa berkah.




[sumber]


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar