Menghafal dan Mengamalkan Alquran

Menghafal dan Mengamalkan Alquran

Qiroati Pusat – Jaminan keotentikan Alquran tidak hanya berasal dari tulisan, namun juga karena ada jutaan muslimin yang menghafal Alquran. Transmisi ketersambungan sanad pun menuntut seseorang untuk hafal Alquran seluruhnya, meski sebagian ada yang mencukupkan sekadar kesesuaian bacaannya saja yang tersambung pada Rasulullah Saw.

Tahapan selanjutnya dari belajar membaca Alquran ialah menghafalkannya dan menjaganya di dalam hati. Metode yang paling kuat dalam menghafal adalah metode tikrar (mengulang bacaan berkali-kali) dalam keadaan apapun dan dimanapun.

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو إِيَاسٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ أَوْ جَمَلِهِ وَهِيَ تَسِيرُ بِهِ وَهُوَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ أَوْ مِنْ سُورَةِ الْفَتْحِ قِرَاءَةً لَيِّنَةً يَقْرَأُ وَهُوَ يُرَجِّعُ


Abdullah bin Mughaffal berkata, “Aku pernah melihat Nabi Saw membaca saat beliau berada di atas untanya yang berjalan, ketika itu beliau membaca surat Al Fath atau bagian dari surat Al Fath, yakni dengan bacaan yang pelan seraya mengulang-ulangnya” (HR. Bukhari no. 4659).

Selain itu, mengamalkan isi kandungan Alquran merupakan bentuk terbaik menjaga Alquran itu sendiri. Metode ini digunakan para sahabat. Mereka tidak berpindah pada ayat yang lain, sebelum setiap ayat yang dipelajari berhasil difahami dengan baik dan diamalkan isinya.

[Sumber]



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar