Tetaplah Membaca Alquran Meski Terbata-bata

Tetaplah Membaca Alquran Meski Terbata-bata

Qiroati Pusat – Para penghafal Alquran memiliki kedudukan tinggi di hadapan Allah Swt. Ia adalah puncak dari usaha belajar Alquran. Bahkan, iri kepada ahli Alquran adalah iri yang dibolehkan dalam Islam (HR Bukhari no. 4637).

Meski demikian, tidak sedikit muslim dewasa ini yang masih terbata-bata dalam membaca Alquran. Banyak faktor yang mendasari. Tidak ada waktu dan kesempatan belajar di usia muda merupakan salah satu alasan kesulitan membaca. Tetaplah membaca meski terbata-bata.

(عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَاهِرُ بِالْقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (رواه البخاري ومسلموأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه


Nabi saw. bersabda, “Orang yang membaca Alquran dengan fasih dan lancar akan dikelompokkan dengan orang-orang yang mulia. Orang yang membaca Alquran dengan tidak lancar, namun ia tetap berupaya untuk membacanya, maka ia akan mendapat dua pahala” (HR. Muslim).

Dari paparan di atas disimpulkan, tahapan belajar Alquran pada masa Nabi Saw dengan bertalaqqi Alquran kepada guru dimulai dengan latihan membaca dengan benar sampai tartîl. Kemudian dihafalkan dan dipahami. Barulah selanjutnya apa yang telah dipahami harus diamalkan. Di antara cara mengamalkan Alquran adalah dengan mengajarkannya kembali. Wallahu A’lam.

[Sumber]





Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar