Kesedihan dalam Al-Qur’an

Kesedihan dalam Al-Qur’an

Qiroati Pusat – Kesedihan itu melemahkan hati. Karenanya kita seringkali mendapati ayat Al-Qur’an yang melarang manusia untuk bersedih hati, atau menafikan kesedihan itu dari kehidupan seorang mukmin.

Allah swt berfirman :

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Atau dalam ayat lainnya Allah swt menafikan kesedihan dari hati seorang mukmin sejati :

فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

“Tdak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.” (QS.Al-Ahqaf:13)

Mengapa Al-Qur’an selalu ingin menjauhkan kita dari kesedihan?

Karena kesedihan itu melemahkan hati dan menurunkan semangat hidup. Kesedihan itu merusak niat dan kegigihan kita untuk melakukan sesuatu.

Tiada yang lebih disukai setan seperti kesedihan orang mukmin, bukankah Allah swt berfirman:

إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati.” (QS.Al-Mujadilah:10)

Maka tersenyumlah dan berbahagialah..

Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah dan pasrahkan semua yang terjadi kepada-Nya..

Hiduplah dengan penuh keyakinan bahwa Allah swt tidak akan memberi kecuali yang terbaik, maka dengan itu engkau akan menemukan kebahagiaan hati dalam setiap kondisi.

Semoga bermanfaat.

[Sumber]



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar